Tangerang Raya

Orangtua dan Wali Murid Geruduk SMPN 10 Kota Tangerang Kasus Penipuan Study Tour

Ratusan pelajar di SMPN 10 Kota Tangerang menjadi korban penipuan hingga mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Intan UngalingDian
Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Orangtua murid mendatangi SMPN 10 Kota Tangerang ingin minta penjelaskan tentang pembatalan study tour ke Yogyakarta, Rabu (14/6/2023). Menurut pihak SMPN 10 Kota Tangerang, pihak ketiga sebagai penyelenggara study tour membawa kabur uang study tour siswa. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Kota Tangerang menjadi korban penipuan hingga mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Kerugian ratusan juta rupiah itu dialami setelah pelajar kelas IX SMPN 10 Kota Tangerang batal menjalani study tour lantaran tertipu oleh pihak ketiga sebagai penyelenggara study tour.

Kepala SMPN 10 Kota Tangerang, Iis Permasih mengatakan, study tour tersebut rencananya diikuti 328 pelajar dengan tujuan Yogyakarta,  Jumat (16/6/2023) hingga Senin (19/6/2023).

"Study tour tersebut diperuntukan untuk kelas 9 dengan jumlah 328 anak menuju Yogyakarta," ujar Iis Permasih saat dikonfirmasi, Rabu (14/6/2023).

Iis menjelaskan, keberangkatan ke Yogyakarta untuk mengikuti study tour dibatalkan karena pihak ketiga tidak bertanggung jawab dan melarikan diri.

Pihak ketiga itu perusahaan travel yang dipercaya untuk mengurus segala keperluan yang dibutuhkan selama study tour siswa SMPN 10.

Setiap siswa telah membayar Rp 1,5 juta untuk mengikuti perjalanan study tour selama empat hari di Yogyakarta.

Total kerugian dari seluruh siswa peserta study tour Yogyakarta Rp 492 juta.

"Uang anak-anak yang sudah disetorkan (ke pihak travel) sudah sampai sekitar 90 persen dari total 328 anak itu," kata dia.

Terkait kasus penipuan atau penggelapan uang study tour itu, orangtua dan wali murid mendatangi  SMPN 10 Kota Tangerang sejak pagi tadi.

Mereka menuntut penjelasan dari pihak sekolah tentang pelaksanaan rencana kegiatan study tour tersebut.

Kedatangan orangtua dan wali murid, serta pelajar menarik perhatian.

Salah satu orangtua murid yang menjadi korban penipuan tersebut mengaku sudah setor uang sebesar Rp 1,5 juta untuk study tour dan wisuda.

"Jadi study tour ini rencananya sekalian sama wisuda anak-anak di Yogyakarta, tanpa boleh ada orangtua yang ikut, tapi kok jadinya malah enggak jelas begini sih," tutur orangtua siswa tersebut.

"Jujur ya kami sebagai orangtua mempertanyakan kok bisa terjadi peristiwa penipuan ini, karena uang yang dikeluarkan kan enggak kecil jumlahnya," ucap salah seorang ibu yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga: Si Kembar Rihana Rihani Terduga Pelaku Penipuan Jual Beli iPhone Ditetapkan sebagai Tersangka

Baca juga: Korban Penipuan Terpedaya Penampilan Rihana Si Kembar hingga Mobil Rental Raib

Siswa SMPN 10 Kota Tangerang menjadi korban penipuan study tour ke Yogyakarta. Pihak ketiga sebagai penyelenggara study tour membawa kabur biaya yang sudah disetor siswa.
Siswa SMPN 10 Kota Tangerang menjadi korban penipuan study tour ke Yogyakarta. Pihak ketiga sebagai penyelenggara study tour membawa kabur biaya yang sudah disetor siswa. (Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro)

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved