Pertemuan AHY dan Puan
Pertemuan Puan dan AHY di Senayan Minggu Pagi, Bisa Membuka Jalan ke Arah Koalisi
Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan bertemu di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (18/6/2023) pagi
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan bertemu di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (18/6/2023) pagi.
Pertemuan Ketua PDI Perjuangan dan Ketua Umum Partai Demokrat ini bisa memecah kebuntuan komunikasi antara kedua partai politik (parpol) tersebut.
Kedekatan PDI-P dan Partai Demokrat terakhir kali terjadi di periode kedua pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di tahun 2009-2014.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan persiapan pertemuan Puan dan AHY sudah dilakukan oleh politisi PDIP Utut Adianto dan Alex Indra Lukman.
"Sudah dilakukan suatu koordinasi yang sangat intens," ujar Hasto saat memberikan keterangan di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar Pranowo di Jakarta Pusat, Sabtu (17/6/2023).
"Juga sudah mendapatkan arahan dari Mbak Puan Maharani bahwa pertemuan dengan Mas AHY akan dilakukan besok pagi (hari ini) di GBK," tambah Hasto.
Hasto menyebut pertemuan antara pimpinan partai politik (parpol) penting dilakukan guna membangun dialog untuk kepentingan bangsa.
"Dialog-dialog ini sangat konstruktif, sangat penting dan juga merupakan suatu ruang komunikasi di dalam mendialogkan berbagai kepentingan bangsa dan negara di masa depan," ujarnya.
Saat disinggung apakah pertemuan di GBK dilakukan sambil kegiatan olahraga pagi, Hasto belum dapat memastikan.
Menurutnya teknis pertemuan diatur oleh tim yang dipimpin oleh Utut Adianto dan Alex Indra Lukman.
"Intinya pertemuan tersebut akan melakukan dialog tentang berbagai arah masa depan dan juga komunikasi di antara kedua parpol di mana dengan komunikasi ini akan terbuka suatu ruang-ruang dialog yang lebih besar," kata Hasto.
Hasto menyebut pertemuan antara pimpinan partai politik (parpol) penting dilakukan guna membangun dialog untuk kepentingan bangsa.
Pertemuan Puan dan AHY digelar setelah nama AHY sempat masuk dalam bursa bakal calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo.
Namun, saat ini Demokrat telah membentuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) bersama PKS dan NasDem.
Koalisi ini adalah untuk mengusung Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.
Sementara, PDIP telah meneken kontrak kerja sama politik dengan PPP dan Perindo untuk mengusung Ganjar.
Bisa Berkoalisi
Sebelumnya, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan menyatakan rencana pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat AHY dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani bisa memecah kebuntuan komunikasi yang terjadi selama ini antara kedua partai politik (parpol) tersebut.
Syarief mengungkapkan, kedekatan PDI-P dan Partai Demokrat terakhir kali terjadi di periode kedua pemerintahan Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di tahun 2009-2014.
“Komunikasi ini bagus, kalau terjadi komunikasi ini merupakan ice breaking. Jadi yang tadinya masif sekali, solid tidak akan mungkin lagi ada komunikasi antara keduanya, tapi ternyata akan terjadi komunikasi yang bagus, ini kan bagus untuk bangsa,” ujar Syarief dalam program Gaspol! di YouTube Kompas.com, Jumat (16/6/2023).
Syarief pun tak menutup kemungkinan di masa yang akan datang kedua parpol tersebut bisa berkoalisi.
“Siapa tahu 5 tahun ke depan, 10 tahun ke depan, siapa tahu antara Partai Demokrat dan PDI-P akan semakin firm untuk sama-sama membangun bangsa,” ujarnya.
Respons Sekjen Demokrat
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya merespons rencana pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Riefky mengatakan pertemuan ini adalah momentum penting untuk masa depan bangsa, khususnya demokrasi di Indonesia.
"Niat baik kedua pemimpin muda ini tentu didasarkan pada semangat politik rekonsiliasi, yang akan memulai babak baru bagi hadirnya sinergi, kolaborasi dan gotong royong di antara sesama anak bangsa," kata Riefky dalam keterangannya, Sabtu (17/6/2023).
Dia menjelaskan pertemuan itu akan memberikan contoh yang baik bagi generasi muda, sekaligus menjadi angin segar untuk masa depan perpolitikan Indonesia.
Riefky menyebut pertemuan itu juga didasari etika politik dan sikap saling menghormati posisi politik masing-masing terkait kontestasi Pilpres 2024.
"Meskipun saat ini kami berada di posisi koalisi yang berbeda, namun kami juga menyadari bahwa pertemuan ini bisa menjadi fondasi kuat untuk mencegah perpecahan dan benturan antara sesama anak bangsa dalam menghadapi Pemilu 2024," ujarnya.
Partai Demokrat menyampaikan rencana pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani merupakan hal yang biasa dalam komunikasi politik.
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyebut Demokrat bukan kali ini saja menerima sosok dari partai politik lain di luar koalisinya.
Misalnya lanjut Andi, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga sempat datang ke Pacitan bertemu Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.
Kemudian Ketua Umum Partai Demokrat Airlangga Hartarto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak imin) yang juga menyambangi Cikeas bertemu AHY dan SBY.
"Yang penting bagi kami, kami selalu jelaskan ada pak Prabowo datang ke Pacitan, begitu juga mas Airlangga, Cak Imin," kata Andi dalam diskusi daring Polemik Trijaya 'Cawapres Adalah Koentji', Sabtu (17/6/2023).
Namun terpenting dalam setiap pertemuan tokoh politik partai lain, Demokrat selalu menegaskan bahwa mereka saat ini komitmen bersama Nasdem dan PKS dalam Koalisi Perubahan dengan mengusung capres Anies Baswedan.
"Kami selalu bertemu untuk berkomunikasi tapi kami juga menyampaikan kepada tokoh tersebut bahwa kami posisi sekarang ini komitmennya bersama koalisi perubahan dan persatuan mendukung Mas Anies sebagai calon presiden," katanya.
Andi Mallarangeng juga mengatakan, partainya terbuka untuk menjalin kerja sama dengan partai politik di luar Koalisi Perubahan termasuk PDIP pada putaran kedua Pilpres 2024.
Kata Andi, Pilpres mendatang memungkinkan bakal dua putaran karena diyakini diikuti tiga pasangan calon presiden-wakil presiden.
"Jadi monggo kalau kita mau kerja sama, bisa kerja sama diputaran kedua. Kan kalau tiga kemungkinan ada putaran kedua, dan kalau ada mari kita sama-sama," kata Andi.
Respon Positif SBY
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi kabar soal pertemuan elite PDI-Perjuangan dengan elite Partai Demokrat.
Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI) ini menanggapi positif rencana pertemuan tersebut.
Dikatakan SBY, Partai Demokrat selalu terbuka untuk membahas masalah-masalah bangsa.
Terutama jika pertemuan tersebut membawa kebaikan bagi Indonesia.
"Yang saya tahu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku pemimpin Partai Demokrat merespons ajakan dari Mbak Puan atau PDIP untuk melakukan pertemuan dan berbincang-bincang."
"Partai Demokrat selalu berpendapat, pertemuan yang berangkat dari niat baik, tujuan yang baik membahas masalah-masalah bangsa tentu ada gunanya," ungkap SBY dikutip dari Kompas TV, Senin (12/6/2023).
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Puan-Maharani-dan-Agus-Harimurti-Yudhoyono-AHY-bertemu-di-GBK-Minggu-1862023-pagi.jpg)