Edukasi

Syarif Bando: Ijazah Hanya Tanda Kelulusan Bukan Garansi Kesuksesan

Mahasiswa saat ini tidak hanya dituntut dengan kemampuan akademik, tapi juga kemampuan mengembangkan skill alias kemampuan yang spesifik. 

Editor: Ign Agung Nugroho
Istimewa
Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando (baris ketiga dari kiri) saat menghadiri wisuda ke-12 Universitas Muhamadiyah Enrekang (Unimen), Sabtu, (22/7/2023). 

TRIBUNTANGERANG.COM - Mahasiswa saat ini tidak hanya dituntut dengan kemampuan akademik, tapi juga kemampuan mengembangkan skill alias kemampuan yang spesifik. 

Menurut Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando, hal  ini diperlukan agar ketika lulus pendidikan tidak bertumpu pada rutinitas mencari pekerjaan, namun justru menciptakan lapangan kerja.

"Ijazah hanya tanda kelulusan bukan garansi kesuksesan. Kita harus berani memberdayakan intelektual diri dengan berani berinovasi dan berkreativitas untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik," katanya dalam keterangan resminya saat menghadiri wisuda ke-12 Universitas Muhamadiyah Enrekang (Unimen), Sabtu, (22/7/2023).

 

 

Lebih lanjut Syarif Bando mengatakan, para lulusan kuliah harus berani mengambil keputusan di tengah globalisasi.

Dengan membuka lapangan kerja baru, otomatis membantu mengurangi angka pengangguran. Di satu sisi, mendongkrak income per kapita daerah.

"Indonesia diberi kekayaan alam yang melimpah, tinggal bagaimana kemampuan mengolahnya sehingga menjadi produk yang berdaya guna dan bernilai tinggi," katanya. 

"Kita jangan terus menerus menjadi bangsa konsumen. Harus jadi bangsa produsen," tambahnya. 

Senada dengan Kepala Perpusnas, anggota Komisi X DPR RI Mitra Fakhrudin menegaskan kekayaan sumber daya alam semestinya memberikan efek positif untuk kesejahteraan masyarakat.

Salah satu potensi yang dimiliki Kabupaten Enrekang adalah kekayaan alam sebagai destinasi wisata.

Sekarang tinggal bagaimana mengemasnya menjadi lebih menarik antusiasme wisatawan datang dengan strategi promosi dan narasi yang menggugah.

"Kehadiran perpustakaan atau pojok-pojok baca di beberapa titik wisata saya yakini sebagai kombinasi yang mutualisme. Menguntungkan satu sama lain," ujarnya.

Selain itu, perpustakaan di era globalisasi saat ini sudah bertransformasi.

Hal itu, dalam artian peka terhadap perkembangan teknologi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved