Rabu, 8 April 2026

OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten Dorong Digitalisasi BPR

OJK meluncurkan master plan sektor jasa keuangan Indonesia tahun 2020 hingga 2025, yang salah satu pilarnya adalah digitalisasi akselerasi perbanka.

Tribuntangerang.com
Roberto Akyuwen, kepala OJK regional 1 DKI Jakarta dan Banten meminta bank perekonomian rakyat bisa memanfaatkan digitalisasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Roberto Akyuwen, Kepala OJK regional 1 DKI Jakarta dan Banten meminta bank perekonomian rakyat bisa memanfaatkan digitalisasi dalam memberikan layanan kepada nasabah.

Kata Roberto, OJK telah meluncurkan master plan sektor jasa keuangan Indonesia tahun 2020 hingga 2025, yang salah satu pilarnya adalah digitalisasi akselerasi perbankan.

Peta jalan hingga cetak biru digitalisasi perbankan pun telah dikeluarkan oleh pihaknya.

"Digitalisasi ini tidak hanya berlaku bagi bank umum, tapi juga bagi bank perekonomian rakyat yang konvensional maupun syariah," ucapnya di kantor DPD Perbarindo DKI Jaya, Jalan Griya Loka Raya, Tangerang Selatan, Jumat (11/8/2023).

Ia mendorong bank perekonomian rakyat (BPR) masuk ke ranah digital.

Agar masuk ke ranah digital, BPR diminta memperbaiki infrastruktur dasar agar bisa masuk ke ranah digital serta mengembangkan mobile banking.

"BPR juga mulai masuk ke sistem pembayaran, meskipun secara tidak langsung terkoneksi ke bank umum. Juga menggunakan layanan lain, yang tak hanya mengembangkan bisnis melainkan juga tata kelola," ujarnya.

Menurutnya, BPR harus mengenalkan nasabah secara elektronik, termasuk penggunaan kredit scoring atau tanda tangan digital.

Diketahui, di regionalnya ada 105 BPR dan BPRS.

Kata Roberto, semua BPR dalam ukuran apapun bisa masuk ke ranah digital sesuai kebutuhan masing-masing.

"Hanya ketika dia akan menggunakan izin tertentu, dia akan membutuhkan izin dari regulatornya," ucapnya.

Roberto melanjutkan, di OJK pihaknya siap membantu izin layanan digital bank, terkait dengan penyaluran kredit, pembukaan rekening tabungan hingga layanan pembayaran listrik dan lain sebagainya.

Sedangkan jika sampai masuk ke ranah mobile banking untuk tranfer ke bank lain, pihaknya akan memberikan rekomendasi agar izin dari Bank Indonesia bisa keluar.

Sementara itu, Ilham Joenoes direktur PT Mitra Jasa Lima mengatakan 70 Perbarindo (pusat perhimpunan bank perekonomian rakyat Indonesia) DKI Jaya dan sekitarnya sudah menggunakan platfom open bank plus untuk membantu layanan di bank serta penyedia jasa yang berkaitan dengan BPR.

"Jadi kami membantu BPR ini bertransformasi ke digitalisasi. Yang mana OJK sekarang berharap BPR bisa naik kelas," kata Ilham.

Pihaknya juga punya produk pembayaran tagihan.

BPR bisa menawarkan nasabah membayar tagihan lewat flatform tersebut.

"Jadi BPR bisa meningkatkan bisnisnya atau fee based income, kemudian bisa mengefisiensi bisnisnya, yang tadi manual sekarang digital online," ucapnya," katanya.

Secara tidak langsung, menurut Ilham BPR akan bertransformasi ke digitalisasi. (Raf)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved