HUT RI
Peringati HUT ke-78 RI, DWP Imigrasi Soekarno-Hatta Gelar Perayaan Kemerdekaan
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menggelar perayaan HUT ke-78 Republik Indonesia (RI).
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menggelar perayaan HUT ke-78 Republik Indonesia (RI).
Perayaan yang dilaksanakan dalam memperingati Kemerdekaan Indonesia tersebut ialah menggelar rangkaian lomba yang diikuti oleh anggotanya.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DWP Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Arisanti Tito.
"Dalam rangka memperingati HUT ke-78 RI, kami melaksanakan lomba-lomba yang diikuti oleh seluruh DWP, hingga esok hari," ujar Arisanti Tito, Rabu (16/8/2023).
Baca juga: Kantor Imigrasi Soekarno Hatta Bongkar Upaya Penyeludupan Manusia ke Australia
Beragam jenis lomba diselenggarakan, mulai dari lomba memasak, estafet tepung, mengumpulkan koin, hingga lomba fashion show.
Rangkaian lomba kemerdekaan tersebut digelar di dua lokasi berbeda, yakni Rumah Dinas Imigrasi Tangerang dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta.
"Kami selenggarakan beberapa lomba apada hari ini seperti memasak, estafet tepung, mengumpulkan koin, selain itu juga ada lomba Karaoke, fashion show, dan masih banyak lagi pada hari berikutnya," kata dia.
Kemudian Arisanti menjelaskan, berbagai perlombaan yang diselenggarakan tersebut memiliki makna masing-masing dalam pelaksanaannya.
Baca juga: Imigrasi Soekarno-Hatta Amankan 20 WNA Melanggar Aturan Keimigrasian
Ia pun mencontohkan lomba estafet tepung, yang dinilai membutuhkan kerjasama dan strategi tim.
Kemudian dipilihnya lomba koin lantaran menguji daya juang peserta, hingga lomba memasak yang mengajarkan arti perjuangan.
"Kali ini lomba memasak nasi goreng bertemakan merah putih, nasi goreng itu kan awalnya putih ya, nasi biasa, yang kemudian menjadi memiliki nilai tambah dengan menjadi nasi goreng, untuk menjadi nasi goreng perlu bumbu dan teknik masak yang pas sehingga bisa enak dan bisa dimakan," tuturnya.
"Sama seperti kemerdekaan Indonesia, yang diraih dengan tidak mudah karena perlu perjuangan, hal ini mengajarkan kita untuk memiliki daya juang, terlebih sebagai wanita, sehingga bisa memiliki nilai tambah yang bermanfaat," terangnya.
Baca juga: Cerita Kepala Imigrasi Soekarno-Hatta Tatkala Bertugas di Perbatasan Indonesia-Malaysia
Menurutnya, DWP Imigrasi Soekarno-Hatta mendorong anggotanya untuk selalu memiliki nilai tambah yang bermanfaat.
Sehingga, dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari DWP mampu berperan mendukung suaminya, keluarga, serta dirinya sendiri.
"Di DWP sendiri kami telah memiliki berbagai kegiatan, diharapkan dapat membantu anggota baik dalam peningkatan kapasitas, penguatan keluarga," ucapnya.
"Utamanya bagi suami dan keluarga, oleh karena itu merah putih sendiri kami ambil sebagai tema sesuai nuansa kemerdekaan," jelas Arisanti Tito. (m28)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/DWP-Imigrasi-Soekarno-Hatta-gelar-lomba.jpg)