Warga Sepatan Timur Diingatkan Otoritas Bandara Soekarno-Hatta Tak Bermain Layangan dan Laser
Kantor Otoritas Bandar Udara Soekarno-Hatta melakukan sosialisasi sistem navigasi penerbangan pesawat udara di Kantor Kecamatan Sepatan Timur.
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah I Kelas Soekarno-Hatta melakukan sosialisasi sistem navigasi penerbangan pesawat udara di Kantor Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.
Pasalnya, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui faktor yang dapat mengganggu penerbangan dan membahayakan arus lalu lintas udara.
Hal tersebut dispampaikan oleh Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah I Kelas Soekarno-Hatta, Capt Yufridon Gandoz Situmeang.
"Kami memberikan sosialisasi dan juga kampanye kepada masyarakat, karena masih ada perilaku yang mungkin kurang disadari ternyata dapat membahayakan arus lalu lintas udara," ujar Yufridon, Rabu (13/9/2023).
Salah satu aktivitas masyarakat yang dapat mengganggu perjalanan pesawat udara adalah penggunaan mainan layang-layang.
Lebih lanjut Yufridon menjelaskan, layang-layang dapat menyebabkan kerusakan yang fatal terhadap mesin pesawat saat hendak landing ataupun take off.
Terlebih di sekitar area Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, banyak pemukiman penduduk yakni wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang.
"Potensi yang paling bahaya itu penggunaan layang-layang oleh masyarakat di sekitar bandara, ini sebagai ancaman tertinggi yang membahayakan bagi dunia penerbangan," kata dia.
"Kalau bermainnya di lintasan yang tidak area penerbangan itu tidak masalah. Nah, ini lah yang lita imbau agar bermainnya pada tempatnya," imbuhnya.
Yufridon menambahkan, pihaknya menggelar safety campaign tersebut lantaran banyaknya aduan dari pihak maskapai terutama pilot terhadap wilayah tersebut.
Sebab selain penggunaan mainan layang-layang, permainan laser juga menjadi salah satu hal yang banyak diadukan oleh pilot maskapai penerbangan.
"Selain itu, masih ada juga warga yang menggunakan laser dan drone di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, ini juga sangat mengganggu sistem navigasi," tuturnya.
Menurutnya, mainan layang-layang banyak dilalukan masyarakat saat siang hari. Sementara di malam hari, pengguna laser kerap ditemukan.
Hal itu diketahui, berdasarkan hasil pengawasan stakeholder terkait terhadap masalah keselamatan transportasi udara di Bandara Soekarno-Hatta ini.
"Kami mendapat banyak layang-layang itu berdasarkan laporan dari pilot saat hendak landing dan take off pada siang hari dan kalau malam hari ada laser, lalu ada burung, dan semua informasi itu berada di Sepatan Timur," ucapnya.
"Maka dari itu, kami pun langsung turun bersama pemerintah daerah setempat untuk mengedukasi secara humanis," jelas Capt Yufridon Gandoz Situmeang. (m28)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Ilustrasi-layang-layang.jpg)