Krisis Air Bersih
Krisis Air Bersih di Tangerang Selatan Meluas, Ribuan KK Terdampak
badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mencatat dua titik tambahan, sehingga total 20 titik kekeringan air bersih.
Penulis: Rafzanjani Simanjorang | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Reporter TRIBUNTANGERANG.COM, Rafsanzani Simanjorang
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Dampak krisis air bersih di Tangerang Selatan kini semakin meluas.
Saat ini, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mencatat dua titik tambahan, sehingga total 20 titik kekeringan air bersih.
"Dua titik tambahan ini ada di Kelurahan Muncul," ujar Faridzal Gumay selaku kepala bidang kedaruratan dan logistik BPBD Tangerang Selatan saat ditemui di kantor BPBD, Jumat (29/9/2023).
Baca juga: BPBD Catat Ada 200 Jiwa di Kabupaten Tangerang Kini Terdampak Krisis Air Bersih
Total kepala keluarga yang terdampak yang awalnya 1.463 kini bertambah menjadi 1.626 kepala keluarga.
Kata Gumay, jumlah titik tersebut masih berpeluang bertambah mengingat musim kemarau masih berlangsung.
Gumay melanjutkan, bantuan air bersih secara gratis pun sudah berlangsung sejak 14 September lalu ke lokasi terdampak.
Bahkan jika meluas, pihaknya terbuka untuk mengirimkan bantuan.
"Kalau ada surat dari lurah, kami akan langsung gerak untuk memberi bantuan. Minimal 20 KK," ucapnya.
Baca juga: Krisis Air Bersih, Warga Kampung Koceak Tangsel Manfaatkan Kali Cisalak untuk Mandi dan Cuci
Hingga kini, puluhan ribu air bersih selalu didistribusikan per harinya.
Pihaknya pun membagi tugas kerja.
"Untuk mempercepat akselerasi bantuan air bersih, kami bagi-bagi tugas. Untuk kawasan Jurang Mangu (Pondok Aren) ada dinas Cipta Karya, untuk wilayah Keranggan itu Damkar, kemudian wilayah Setu dan Muncul itu BPBD," katanya. (Raf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Faridzal-Gumay.jpg)