Rabu, 8 April 2026

Bak Anak Tiri, Sekdis Damkar Tangsel Curhat Problematika Satuannya

sekretaris dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Tangerang Selatan (Damkar Tangsel) buka-bukaan soal problematika di dinasnya

Tribun Tangerang/Leonardus Wical Zelena Arga
ilustrasi pemadam kebakaran 

Laporan Reporter TRIBUNTANGERANG.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Raden Sigit Widodo, sekretaris dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Tangerang Selatan (Damkar Tangsel) buka-bukaan soal problematika di dinasnya.

Saat ini, dari 18 mobil pemadam kebakaran di Tangerang Selatan, hanya tiga yang benar-benar layak beroperasi.

"15 sisanya itu perlu diperbaiki semuanya. Ada yang rusak di ban hingga penyedotan air atau pompa," ucapnya saat ditemui di kantor DPRD Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (4/10/2023).

Baca juga: Kebakaran Gudang Dekorasi di Ciputat, Tangsel, Damkar Kerahkan 8 Unit Pemadam

Parahnya lagi, saat ini untuk bensin pun pihaknya sudah tekor.

Kata Sigit, tiga tahun terakhir pihaknya selalu mengusulkan tambahan anggaran.

"Kalau hitungan saya, perlu Rp 2 miliar untuk kebutuhan perbaikan. Kalau bisa perlu juga dua unit baru untuk di Pemda dan Pemda," ucapnya.

Tak hanya mobil, Sigit mengaku baju pemadam pun belum tergantikan bertahun-tahun lamanya.

Menurutnya, Damkar Tangsel bahkan tak punya baju tahan api.

"Adanya baju tahan panas, kurang dan jelek," katanya.

Baca juga: Padamkan Api Gudang Oli Bekas di Tangerang, Damkar Kerahkan 35 Personel dan 6 Armada

Menurutnya, kelengkapan tersebut penting pengadaannya.

Apalagi tugas mereka memadamkan api.

"Jangan sampai malah jadi korban," katanya.

Saat ini, Damkar Tangsel hanya dibiayai Rp 1 miliar di tahun ini untuk operasional, termasuk bahan bakar.

Meski ditengah kekurangan, Sigit mengaku anggota Damkar Tangsel selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik. (Raf) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved