Musim Kemarau, Harga Beras dan Cabai Merangkak Naik di Pasar Ciputat
Musim kemarau panjang membuat sejumlah harga komoditi di pasar Ciputat, Tangerang Selatan merangkak naik.
Penulis: Rafzanjani Simanjorang | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Reporter TRIBUNTANGERANG.COM, Rafsanzani Simanjorang
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Musim kemarau panjang membuat sejumlah harga komoditi di pasar Ciputat, Tangerang Selatan merangkak naik.
Komoditi yang naik secara bertahap yaitu beras, yang mana kenaikannya mencapai Rp 2.000 per liternya.
"Kalau hitungan sekarung itu jual Rp 500.000; tapi kalau sekarang sampai Rp 600 ribu, itu juga tergantung jenis berasnya," ujar Enci, salah seorang pedagang beras.
Hal tersebut membuat daya beli masyarakat berkurang di tempatnya.
Baca juga: Whoosh, Sejuta Ton Beras Impor dari China Segera Tiba di Indonesia, Bakal Memenuhi Gudang Bulog
Tak hanya itu, ia pun kerap mendengar keluhan pembeli.
"Itu mah udah pasti. kenapa naik terus? secara, apa-apa semua naik, tapi gaji enggak pada naik," katanya.
Ia pun menjelaskan kenaikan harga terjadi karena musim kemarau.
Sementara itu, Farel salah seorang pedagang cabai juga mengeluh harga cabai rawit merah meningkat pesat.
"Cabai yang parah. Seminggu lalu modalnya hanya Rp 27.000 atau Rp 30.000 per kilo. Sekarang modalnya Rp 52.000" ujarnya, Jumat (20/10/2023).
Baca juga: Petani Desa Bakung Kabupaten Tangerang Panen 5 Ton Cabai untuk 1 Hektar
Farel mengatakan pembeli kini jarang membeli per kiloan.
Rata-rata membeli Rp 5.000.
"Ada juga yang lebih memilih beli bumbu jadi," katanya. (Raf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/cabai-di-Pasar-Induk-Jatiuwung.jpg)