Muhajir, Warga Aceh yang Ujian Berkali-Kali Demi Lolos Kerja di Jerman

Muhajir (32), warga Aceh Tengah adalah satu dari tiga orang perawat yang lolos bekerja di rumah sakit di negara Jerman.

tribuntangerang.com/Raf
Muhajir (32), warga Aceh Tengah adalah satu dari tiga orang perawat yang lolos bekerja di rumah sakit di negara Jerman melalui program Goverment to Goverment. 

Laporan Reporter TRIBUNTANGERANG.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Muhajir (32), warga Aceh Tengah adalah satu dari tiga orang perawat yang lolos bekerja di rumah sakit di negara Jerman melalui program Goverment to Goverment.

Saat ditemui dalam pelepasan pekerja migran oleh launge dadan perlindungan pekerja migran Indonesia (BP2MI), terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, ayah dari dua anak ini mengaku bertekad untuk kerja di luar negeri demi memperbaiki perekonomian keluarga.

Tercacat pula bahwa ia menjadi orang ketiga asal Aceh yang bekerja di Jerman.

Kata Muhajir, ada proses yang mesti ia lalui sebelum dinyatakan lolos ke Jerman.

Ia ditargetkan pelatihan bahasa selama delapan bulan.

"Dalam bahasa Jerman ada empat modul, menulis, berbicara, mendengar dan membaca. Saya sendiri ujian pertama tak lolos sama sekali di empat modul itu," katanya ke Tribun Tangerang, Minggu (5/11/2023) di lounge PMI terminal 3 bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: BP2MI Lepas Tiga Pekerja Migran Bidang Perawat ke German, Satu Pekerja dari Aceh

Kemudian, ujian kedua ia lulus tiga modul, lalu ia pun kembali mengikuti ujian di satu modul lainnya sehingga dinyatakan lulus.

Muhajir mengatakan, ia ambisi untuk lolos usai melihat peluang bekerja di Jerman tinggi.

"Jadi saya coba-coba saja dulu. Saya juga dapat info dari teman-teman di sana kalau di sana tidak susah-susah sekali," ucapnya.

Masukan dua temannya di Jerman pun memotivasinya untuk lolos.

Tekad Muhajir untuk ke Jerman turut didukung penuh oleh keluarganya.

"Kan pendapatan di sana juga lebih banyak," katanya.

Baca juga: BP2MI Berangkatkan 12 Pekerja Migran Indonesia ke Jerman Sebagai Perawat

Muhajir mengaku dirinya harus kuat merantau ke negeri orang dan meninggalkan anak istri.

"Selesai tahun pertama, kami akan pikirkan lagi," ucapnya untuk peluang memboyong keluarganya ke Jerman

AdapuN Muhajir akan berangkat ke Jerman malam ini dengan transit di negara Turki. Ia berangkat bersama dua perawat lainnya asal Jawa Barat. (Raf)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved