Rabu, 8 April 2026

Sepekan Jadi Ketua Dewan

Waspada Hoax, Jebolan Dewan Sepekan Ajak Pemilih Jeli Memilih Presiden

Bertebarannya arus informasi hoax dan saling serang di sosial media dalam masa kampanye pemilu presiden 2024 ini membuat pemilih pemula bimbang.

tribuntangerang.com
10 peserta sepekan menjadi ketua dewan akan menerima penghargaan yang akan dilaksanakan di GSG Tigaraksa di kompleks kantor Pemkab Tangerang. 

Laporan Reporter TRIBUNTANGERANG.COM, Rafsanzani Simajorang

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Bertebarannya arus informasi hoax dan saling serang di sosial media dalam masa kampanye pemilu presiden 2024 ini membuat pemilih pemula bimbang.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi Ghea Moja Pradina, siswi dari SMA Negeri 6 Kabupaten Tangerang.

Ghea menyebut ketiga calon presiden beserta pasangannya punya keunggulan dan kelemahan masing-masing

"Mereka sosok yang keren. Yang buat stigma negatif itu kan adanya hoax-hoax yang beredar. Beritanya dilebih-lebihkan, ada yang dikurang-kurangin," ucapnya sembari tersenyum, Jumat (2/2/2024).

Baca juga: Kholid Ismail Yakin Jebolan Kompetisi Dewan Sepekan akan Duduk di Kursi Legislatif

Sosok muda yang peka akan politik ini pun mencoba menelusuri sejumlah platfom sosial media yang kerap memuat cuplikan video masa-masa kampanye.

Kata Ghea, anak muda kerap terpengaruh dengan video-video yang beredar. Padahal, baginya penting untuk cek dan ricek informasi agar tak terbawa dengan hoax.

Dengan kejelian memilah informasi serta melihat kemampuan para calon presiden, Ghea yakin pemilih pemilu bisa memberikan hak suara dengan bijaksana.

"Saya sendiri sejak 2019 diajarin oleh ayah akan pentingnya memberikan hak suara. Dan lewat ajang Dewan Sepekan, saya semakin mengerti pentingnya memilih calon yang tepat," ucapnya.

Baca juga: Dewan Sepekan Competitions 2024 Sukses Digelar, Kholid Ismail Beri Apresiasi Para Peserta

Sebagai generasi muda, sosok yang kesem-sem dengan tupoksi humas ini pun berharap presiden yang terpilih harus bisa berkontribusi untuk rakyat.

Menurutnya, suara yang diperoleh dari rakyat harus bisa dipertanggungjawabkan.

"Kemudian, pemilih pemilu sekarang juga kan banyak. Nah, dan generasi Z ini wataknya beda-beda. Presiden terpilih nanti harus bisa memerhatikan generasi Z ini juga," ucapnya.

Melihat pentingnya memilih pemimpin, Ghea pun mengajak agar anak muda memaksimalkan hak suaranya.

"Jangan golput. Karena memberikan hak suara itu penting untuk kelangsungan lima tahun ke depan," katanya. (Raf)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved