Sindikat Pornografi Incar Anak-anak, Pelaku Gunakan Modus Mabar Mobile Legend Hingga Beri Diamond

Sindikat pornografi yang mengeksploitasi anak-anak, dibongkar Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Pelaku mencari mangsa lewat game online

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Ign Prayoga
TribunTangerang.com/Gilbert Sem Sandro
Wakapolresta Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Ronald FC Sipayung (kiri) dan Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Reza Fahlefi (tengah) beserta Komisioner KPAI menggelar usai jumpa pers kasus pornografi anak di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (24/2/2024). 

TRIBUNTANGERANG.COM, BANDARA - Sindikat pornografi yang mengeksploitasi anak-anak berhasil dibongkar Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Data yang diperoleh polisi, ada delapan bocah laki-laki yang jadi korban sindikat ini. Pelaku mendekati calon korban melalui game online Mobile Legend dan Free Fire.

Bocah-bocah tersebut dijadikan pemeran film porno yang syutingnya dilakukan di beberapa lokasi, termasuk sebuah hotel di Kota Tangerang.

Sindikat ini menjual film buatan mereka melalui saluran khusus di Telegram dan jangkauannya sampai ke luar negeri.

Pada kasus ini, polisi menangkap lima pelaku aksi pornografi tersebut. Mereka adalah HS, MA, AH, KR, dan NZ.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Reza Fahlevi menjelaskan, HS aktif mencari mangsa dan menyebarkan film porno kepada 4 tersangka lainnya.

"Dalang dari konten video porno child sex exploitation material atau CSEM ini adalah AH. Korbannya adalah 8 anak di bawah umur," ujar Reza kepada awak media, Sabtu (24/2/2024).

HS menggunakan game online Mobile Legend dan Free Fire untuk mendekati anak-anak.

Pendekatan itu dilakukan secara acak. HS lalu memilih anak yang akan digiring ke dalam perangkapnya.

HS lalu mengajak si target untuk main bersama atau mabar game online.

Dia juga berkomunikasi secara intens melalui pesan singkat.

Untuk mendapatkan kepercayaan dari calon korban, HS kerap memberikan hadiah yang ada di dalam game online berupa skin, koin, hingga diamond.

Tahap berikutnya, HS mengajak korban bertemu secara langsung.

Terkadang dia mendatangi rumah calon korban dan memberikan hadiah berupa handphone dan berusaha mendapat kepercayaan dari orangtua calon korban.

HS kemudian juga berusaha mendapat kesempatan untuk bermain game online di kamar calon korbannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved