Selasa, 19 Mei 2026

Ramadan

Harga Ayam Potong di Pasar Borobudur Tangerang Melonjak Jelang Bulan Ramadan 2024

Salah seorang pedagang di pasar tradisional Borobudur, Kota Tangerang, Zendy mengaku, kenaikan harga daging ayam potong terjadi sejak sepekan terakhir

Tayang:
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
tribuntangerang.com/Gilbert
Harga Ayam Potong di Pasar Borobudur Tangerang Melonjak 

Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro

TRIBUNTANGERANG.COM - Harga sejumlah bahan pangan masyarakat melonjak menjelang bulan Ramadan 2024.

Salah satu komoditi pokok yang mengalami kenaikan harga adalah daging ayam potong yang semula seharga Rp 37.000 menjadi Rp 42.000.

Salah seorang pedagang di pasar tradisional Borobudur, Kota Tangerang, Zendy (37) mengaku, kenaikan harga daging ayam potong itu terjadi sejak sepekan terakhir. 

"Biasanya saya jual per satu ekor ayam potong Rp 37.000, tapi sekarang udah naik kisaran harga Rp 5.000 sampai Rp 7.000 tergantung ukuran ayam," ujarnya kepada Wartakotalive.com, Jumat (1/3/2024).

Kenaikan harga tersebut diakuinya membuat pendapatan dari hasil penjualan ayam potongnya tersebut merosot.

Baca juga: Instruksi Kapolri Jelang Ramadan dan Pilkada 2024: Ini Membutuhkan Perhatian Khusus

Pasca kenaikan harga daging ayam potong tersebut, ia hanya mampu menjual 4-5 ekor ayam potong dalam satu hari. Berbeda jauh dengan harga sebelumnya yang masih normal, sekira 10 ekor ayam potong dapat terjual dalam sehari.

"Sekarang ini bisa laku 4-5 ekor ayam potong sudah Alhamdulillah banget, karena sebelumnya ketika harga masih normal penjualan bisa 7-10 ekor per hari," kata dia.

Sementara itu pedagang potong lainnya Hikmah (52) menilai, melonjaknya harga daging ayam potong tersebut disebabkan lantaran memasuki bulan Ramadan 2024.

Tidak hanya itu, harga pakan ayam yang meningkat saat ini juga disebut turut berdampak pasa kenaikan harga ayam. 

"Kalau kenaikan harga memang sering menjelang hari raya besar, tapi kali ini mungkin faktor lainnya karena harga pakan sedang mahal juga," ungkapnya.

Baca juga: Ramadan Sebentar Lagi, Benyamin Davnie Minta Masyarakat Bersih-bersih Tempat Ibadah

Untuk menyiasati kenaikan harga tersebut, ia pun menjual bagian ayam potong secara terpisah, seperti bagian sayap dan dada.

Dengan adanya kenaikan harga itu, dirinya juga harus mengurangi stok ayam potong yang dijual di lapak miliknya tersebut.

"Karena harga ayam sekarang naik, mau enggak mau akhirnya pasokan stoknya saya kurangin daripada enggak terjual," tuturnya.

"Selain itu cara lainnya bagian ayam potong yang belum terjual saya simpan di lemari pendingin untuk dijual keesokan harinya, Alhamdulillah besoknya itu pasti pada habis," terang Hikmah. (m28)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved