Kamis, 7 Mei 2026

Ramadan

NU Tetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah Jatuh pada Hari Selasa 12 Maret 2024

Nahdlatul Ulama menetapkan 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada hari Selasa (12/3/2024). Hal ini diumumkan langsung oleh Ketua PBNU

Tayang:
Editor: Ign Prayoga
Youtube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada hari Selasa (12/3/2024).

Penetapan 1 Ramadan ini diumumkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, Minggu (10/3/2024).

Penetapan ini didasarkan pada hasil pengamatan Lembaga Falakiyah PBNU.

"Hari Senin tanggal 11 Maret 2024 belum masuk Ramadan. Hasil pengamatan dari tim Lembaga Falakiyah PBNU ini diserahkan secara real time kepada sidang isbat Kementerian Agama RI," kata Gus Yahya dalam konferensi pers, Minggu (10/3/2024).

"Maka kami kita harapkan keputusan isbat ramadan menyatakan 1 Ramadan 1445 H, jatuh pada hari Selasa 12 Maret 2024," katanya.

Secara terpisah, Kementerian Agama (Kemenag) RI menyimpulkan hilal penentu 1 Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi belum terlihat di langit Indonesia pada Minggu (10/3/2024) petang.

Kesimpulan itu diambil berdasarkan kriteria yang dibuat bersama oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS).

Data tentang pengamatan hilal di berbagai wilayah di Indonesia dipaparkan Tim Hisab Rukyat Kemenag pada sidang Isbat di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu malam.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag Cecep Nurwendaya menjelaskan, pengamat di berbagai lokasi menyatakan belum melihat hilal pada Minggu petang. 

"Akhirnya saya simpulkan, berdasarkan kriteria MABIMS, 3 ketinggian dan elongasi 6,4 tanggal 29 Sya'ban 1445 H 10 Maret 2024 Masehi, posisi hilal di seluruh wilayah NKRI belum masuk kriteria minimum tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat sehingga tanggal 1 Ramadan secara hisab jatuh pada Selasa pon tanggal 12 Maret 2024 Masehi," kata Cecep dalam seminar jelang sidang isbat, Minggu (10/3/2024).

Cecep menyebut, kondisi hilal di Indonesia hari ini masih rendah yakni kurang dari 1 derajat dari kriteria MABIMS yang 3 derajat.

Meski hilal tidak dapat diamati dengan kriteria MABIMS,  laporan yang dibacakan itu sifatnya masih informatif.

Untuk konfirmasinya kata dia, harus ditentukan pada pengamatan langsung di beberapa titik di wilayah Indonesia.

"Hisab sudah ada. Sifatnya informatif dan kedudukan rukyat sebagai komformasi dari hisab. Inilah yang kita tunggu-tunggu dari seluruh rukyat di Indonesia," kata dia.

Meski begitu, yang bisa dipastikan sejauh ini penetapan hilal belum terlihat dari wilayah paling barat Indonesia yakni Sabang.

"Jadi, hari ini termasuk di kota Sabang belum masuk kriteria Imkan rukyat, oleh karena itu hilal jelang awal Ramadhan 1445 H pada hari rukyat ini secara teoritis empirik dapat diprediksi tidak akan terukyat, karena posisinya berada di bawah kriteria Imkan rukyat tersebut," kata Cecep.

 


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com   

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved