Selasa, 12 Mei 2026

Ibu Rafael Struick Kaya Raya, Petinggi Bank di Belanda

Rafael Struick ternyata memiliki ibu yang bekerja di bank terkemuka di Belanda.

Tayang:
Editor: Eko Priyono
Kolase Tribunnews Depok
Foto-foto ibunda Rafael Struick, Noraly Soedito. Struick merupakan striker timnas Indonesia U-23 yang meloloskan "Garuda Muda" ke babak semifinal Piala Asia U-23 2024. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Meski bakal absen di laga semifinal Piala Asia U-23 2024 melawan Uzbekistan, Senin (29/4/2024) malam WIB, nama Rafael Struick tetap menjadi perbincangan.

Struick, pencetak dua gol ke gawang Korea Selatan U-23 di babak perempat final, ternyata bukan anak orang biasa. Ibu Rafael Struick tajir melintir.

Pasalnya ibu Rafael Struick adalah Noraly Soedito. Sosok Noraly Soedito ternyata merupakan petinggi di ABN AMRO Bank N.V., salah satu Bank terkemuka di Belanda.

Dikutip dari Tribun Kaltim, Noraly Soedito merupakan perempuan asal Den Haag, Belanda.

Wanita keturunan Indonesia itu menjadi salah satu petinggi bank ternama di Belanda, yakni ABN AMRO Bank N.V sebagai Head of Financial Recovery & Oversight.

ABN AMRO menduduki peringkat ketiga sebagai bank terbesar di Belanda.

Bank tersebut sebelumnya beroperasi di Indonesia dengan nama The Royal Bank of Scotland (RBS) N.V. pada tahun 2011.

Pada tahun 2017, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha RBS N.V. atas permintaan dari grup RBS di Inggris yang memutuskan untuk menutup jaringan bisnisnya di 25 negara, termasuk Indonesia.

ABN AMRO sendiri telah menjalin kemitraan dengan klub sepak bola Ajax Amsterdam selama lebih dari 30 tahun.

Lulusan Amsterdam

Sebagai lulusan dari Universitas Amsterdam, Noraly Soedito meraih gelar Master of Science dalam bidang Akuntansi dan Administrasi Bisnis.

Dia kemudian melanjutkan studinya di Erasmus Universiteit Rotterdam dan memperoleh gelar MSc alias Master of Science.

Sebelumnya Timnas Indonesia U-23 menciptakan sejarah dengan menembus semifinal Piala Asia U-23 pada debutnya.

Indonesia menundukkan Korea Selatan lewat adu penalti 11-10 dalam pertandingan perempat final Piala Asia U-23 2024, Jumat (26/4/2024) dini WIB hari lalu.

Dalam pertandingan waktu normal, Struick mencetak dua gol pada menit ke-15 dan masa perpanjangan waktu babak pertama.

Lalu Korea Selatan membalas melalui gol bunuh diri Komang Teguh pada menit ke-45 dan Jeong Sang-bin menit ke-84.

Usai pertandingan Rafael Struick bersyukur sempat membuat Indonesia seri di pertandingan normal.

"Luar biasa. Ini pertandingan yang sangat luar biasa. Tadi kita unggul tapi kemudian disamakan menjadi 2-2 dan akhirnya kita menang lewat adu penalti yang dramatis," kata Rafael Struick seusai pertandingan.

"Saya pikir ini kemenangan berkat kerja sama seluruh tim. Termasuk pelatih, dan juga dukungan seluruh suporter Indonesia," tambah penyerang ADO Den Haag dari Liga Belanda tersebut.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved