Selasa, 5 Mei 2026

Pilkada Sumut

Diminta PDIP Maju di Pilgub Sumut, Ahok Berikan Respons Menohok

Saya enggak tahu, yang penting tugas saya buat bantu teman-teman yang ikut pilkada sebetulnya

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Joseph Wesly
kolase Tribun Tangerang/Tribun Medan
Ahok dan Bobby Nasution. 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Basuki Tjahaja Purnama disebut-sebut maju di Pilgub Sumut demi menantang menantu Jokowi, Bobby Nasution yang dikabarkan maju dari partai Gerindra.

Menanggapi hal itu, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok punya jawaban abu-abu saat ditanya media soal kesiapan dirinya mencalonkan diri untuk kontestasi Pilgub Sumatera Utara (Sumut) 2024.

Ahok mengaku belum tahu mengenai langkah politiknya ke depan. Selain itu, ia merasa provinsi tersebut cukup asing untuknya. "Saya juga enggak gitu paham Sumut juga," kata Ahok setelah penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDI-P, Minggu (26/5/2024).

"Saya enggak tahu, yang penting tugas saya buat bantu teman-teman yang ikut pilkada sebetulnya," ucap dia saat Kompas.com bertanya mengenai kesiapannya maju di Pilgub Sumut. Ia kemudian menukil pesan Soekarno tentang partai pelopor.

Ia berujar, sebuah partai pelopor memiliki prinsip utama yakni disiplin organisasi. Ia juga tak menjawab tegas mengenai peluang pencalonannya kembali di Pilgub DKI Jakarta.

Baca juga: Seru, Ahok Tantang Bobby Nasution di Pilgub Sumut, Siapa yang Menang Ya?

"Pokoknya prinsipnya saya bantu saja. Gitu saja. Bantu saja," jawabnya sambil tertawa dan berlalu. Sebelumya, Ahok mengakui dirinya mendapatkan tawaran maju sebagai calon gubernur Sumut pada Pilgub 2024. "(DPD PDI-P Sumut) menawarkan dukungan maju," kata Ahok kepada Kompas.com, Sabtu (25/5/2024).

Ia tak mengonfirmasi apakah dirinya siap maju Pilgub Sumut 2024 sebagai kandidat usungan PDI-P atau tidak, sebagaimana klaim Ketua DPD Sumut PDI-P Rapidin Simbolon. 

Ia menegaskan bahwa keputusan terkait kandidat yang akan maju di Pilkada 2024 belum terbit. PDI-P sendiri masih melangsungkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V di Jakarta pasa 24-26 Mei 2024.

"Belum ada pembahasan terkait pilkada, karena rakernas juga masih berjalan," ucapnya. Ia menyampaikan terima kasih atas wacana pencalonan dirinya oleh DPD PDI-P Sumut.

Baca juga: Dianggap Melanggar Aturan Partai, Bobby Nasution Diberhentikan Sebagai Kader PDIP

Namun, lagi-lagi ia menegaskan, keputusan ada pada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan dirinya hanya menunggu tugas.

Ketua DPD PDI-P Sumut Rapidin Simbolon sebelumnya menyebut bahwa Ahok sudah menyatakan siap diusung dalam Pilgub Sumut 2024.

Ahok dipersiapkan menjadi penantang menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Bobby Nasution.

Wali Kota Medan itu digadang-gadang maju berbekal usungan Partai Gerindra. "Dengan Pak Ahok saya sudah dua kali berkomunikasi. 'Pak kalau Anda diterjunkan di Sumut siap enggak, siap enggak Pak Ahok?'" kata Rapidin menirukan pertanyaannya, ketika ditemui wartawan pada Sabtu (25/5/2024).

"'Kalau sudah partai yang instruksikan, jangankan Sumut, ke Papua juga saya siap'. Itu jawaban kader sejati," tambah dia menirukan jawaban Ahok.

Ahok Siap Bertarung di Pilkada Sumut

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok siap bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Sumut 2024.

Pernyataan itu dilontarkan Ketua DPD PDI-P Sumatera Utara (Sumut) Rapidin Simbolon.

Ahok dipersiapkan menantang Wali Kota Medan sekaligus menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution. Bobby digadang-gadang maju berbekal usungan Partai Gerindra.

"Dengan Pak Ahok saya sudah dua kali berkomunikasi. 'Pak kalau Anda diterjunkan di Sumut siap enggak, siap enggak Pak Ahok?'" kata Rapidin menirukan pertanyaannya, ketika ditemui wartawan pada Sabtu (25/5/2024).

"'Kalau sudah partai yang instruksikan, jangankan Sumut, ke Papua juga saya siap'. Itu jawaban kader sejati," kata dia menirukan jawaban Ahok.

Selain itu, kata Rapidin, PDI-P membuka peluang kerja sama politik dengan semua partai jelang Pilkada Sumut meskipun partai berlogo banteng itu memenuhi syarat untuk mengusung sendiri calonnya.

Rapidin juga menyampaikan bahwa tak hanya nama Ahok yang masuk radar untuk dijagokan pada Pilkada Sumut.

PDI-P disebut masih mencermati semua tokoh yang ada karena pendaftaran calon gubernur baru dibuka secara resmi pada Agustus.

"Semua kita welcome, mau PKS, mau Gerindra, Golkar, PKB semua partai kita welcome. Sumut enggak mungkin dibangun hanya satu partai," ujar dia.

"Sekarang bisa semua (termasuk Ahok) kita pertimbangkan. Tetapi dari hari ke hari akan kita kerucutkan sesuai dengan dinamika politik yang ada.

Ya ini kan kita juga main incumbent Pak Edi Rahmayadi, lain juga Musa Rajekshah atau Ijeck, lain juga Bobby, mana tahu nanti kader kita usung sendiri.

Ini kan berbagai peluang akan kita hitung untuk perkembangan politik di Sumut," kata Rapidin.

Kompas.com menghubungi Ahok untuk mengonfirmasi pernyataan Rapidin. Namun, hingga berita ini disusun, Ahok belum memberikan respons.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved