Kisah Inspiratif

Perjuangan Gusti Ngurah Anom, Pendiri Krisna Oleh-oleh Bali: Cuma Lulus SMP, Pernah Jadi Buruh Cuci

Gusti Ngurah Anom atau "Ajik Krisna" merupakan pemilik gerai Krisna Oleh-oleh Bali. Ia lahir dari keluarga sangat sederhana dan cuma lulus SMP.

|
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Eko Priyono
Warta Kota/Nuriyatul Hikmah
Pendiri gerai "Krisna Oleh-oleh Bali" Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna diwawancarai Warta Kota secara eksklusif di sela-sela acara pembukaan gerai Krisna Oleh-oleh Nusantara Jogja di Mal Malioboro, Danurejan, Yogyakarta, Jumat (31/5/2024) malam. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Bagi Anda yang pernah berkunjung ke Bali, nama "Krisna Oleh-oleh Bali" pasti sudah tak asing didengar telinga. 

Ya, toko itu kerap menjadi pilihan wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin mencari buah tangan khas "Pulau Dewata".

Namun tahukah anda siapa pemilik toko "Krisna Oleh-oleh Bali" tersebut?

Dia adalah Gusti Ngurah Anom. Sapaan akrabnya Ajik Krisna. Orangtuanya bernama Gusti Putu Raka dan Made Taman.

Anom lahir di Desa Tungguwisia, Seririt, Buleleng, Bali, 5 Maret 1971. Kepada Warta Kota, bungsu dari tujuh bersaudara ini menyebut hidup keluarganya sangat sederhana.

Boleh dibilang serba terbatas dalam segi ekonomi. Mereka tinggal di rumah yang lantainya terbuat dari bata mentah. Sebagian dindingnya ada yang terkoyak, tak lagi kokoh.

Bagian atap rumah berupa anyaman daun kelapa kering. Rumah itu "pemberian" mertua ayahnya.

Kesulitan ekonomi pula yang membuat Anom cuma lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia tak melanjutkan pendidikan ke bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Dari sana saya tidak diam. Saya kemudian melakoni pekerjaan apa pun termasuk sebagai pekerja serabutan, buruh cuci, hingga karyawan konfeksi," ujar Anom saat diwawancarai Warta Kota, di Mal Malioboro, Danurejan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (31/5/2024) malam.

Pendiri Krisna Oleh-oleh Nusantara, Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna (tengah) bersama Mensos Tri Rismaharini (kiri) dalam acara pembukaan gerai Krisna Oleh-oleh Nusantara Jogja di Mal Malioboro, Danurejan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (31/5/2024).
Pendiri Krisna Oleh-oleh Nusantara, Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna (tengah) bersama Mensos Tri Rismaharini (kiri) dalam acara pembukaan gerai Krisna Oleh-oleh Nusantara Jogja di Mal Malioboro, Danurejan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (31/5/2024). (Warta Kota/Nuriyatul Hikmah)

Jatuh bangun

Perjuangan Ajik Krisna mempertemukannya dengan sang istri, Ketut Mastrining.

Mastrining merupakan teman satu SMP Anom di SMPN 1 Seririt. Keduanya pun menikah. Usia Anom saat itu baru 18 tahun.

Mereka kemudian merintis bisnis bermodalkan uang tabungan selama menjadi buruh konfeksi.

"Sekarang itu usianya (bisnis yang dirintis Anom dan istrinya) sudah 17 tahun. Proses awalnya itu sekitar 2007, Krisna pertama buka dan waktu pertama buka itu ya nyari supplier (penyalur) itu susah. Untuk masuk Krisna saja enggak ada yang mau karena belum punya brand (merek)," Anom mengenang proses membesarkan bisnisnya.

Saking susahnya, Anom bersama Mastrining mencoba mengisi usahanya dengan mencari produk oleh-oleh murah dari pasar pagi di wilayah Bali.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved