Kisah Inspiratif
Perjuangan Gusti Ngurah Anom, Pendiri Krisna Oleh-oleh Bali: Cuma Lulus SMP, Pernah Jadi Buruh Cuci
Gusti Ngurah Anom atau "Ajik Krisna" merupakan pemilik gerai Krisna Oleh-oleh Bali. Ia lahir dari keluarga sangat sederhana dan cuma lulus SMP.
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Eko Priyono
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Bagi Anda yang pernah berkunjung ke Bali, nama "Krisna Oleh-oleh Bali" pasti sudah tak asing didengar telinga.
Ya, toko itu kerap menjadi pilihan wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin mencari buah tangan khas "Pulau Dewata".
Namun tahukah anda siapa pemilik toko "Krisna Oleh-oleh Bali" tersebut?
Dia adalah Gusti Ngurah Anom. Sapaan akrabnya Ajik Krisna. Orangtuanya bernama Gusti Putu Raka dan Made Taman.
Anom lahir di Desa Tungguwisia, Seririt, Buleleng, Bali, 5 Maret 1971. Kepada Warta Kota, bungsu dari tujuh bersaudara ini menyebut hidup keluarganya sangat sederhana.
Boleh dibilang serba terbatas dalam segi ekonomi. Mereka tinggal di rumah yang lantainya terbuat dari bata mentah. Sebagian dindingnya ada yang terkoyak, tak lagi kokoh.
Bagian atap rumah berupa anyaman daun kelapa kering. Rumah itu "pemberian" mertua ayahnya.
Kesulitan ekonomi pula yang membuat Anom cuma lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia tak melanjutkan pendidikan ke bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Dari sana saya tidak diam. Saya kemudian melakoni pekerjaan apa pun termasuk sebagai pekerja serabutan, buruh cuci, hingga karyawan konfeksi," ujar Anom saat diwawancarai Warta Kota, di Mal Malioboro, Danurejan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (31/5/2024) malam.
Jatuh bangun
Perjuangan Ajik Krisna mempertemukannya dengan sang istri, Ketut Mastrining.
Mastrining merupakan teman satu SMP Anom di SMPN 1 Seririt. Keduanya pun menikah. Usia Anom saat itu baru 18 tahun.
Mereka kemudian merintis bisnis bermodalkan uang tabungan selama menjadi buruh konfeksi.
"Sekarang itu usianya (bisnis yang dirintis Anom dan istrinya) sudah 17 tahun. Proses awalnya itu sekitar 2007, Krisna pertama buka dan waktu pertama buka itu ya nyari supplier (penyalur) itu susah. Untuk masuk Krisna saja enggak ada yang mau karena belum punya brand (merek)," Anom mengenang proses membesarkan bisnisnya.
Saking susahnya, Anom bersama Mastrining mencoba mengisi usahanya dengan mencari produk oleh-oleh murah dari pasar pagi di wilayah Bali.
Gusti Ngurah Anom
Ajik Krisna
Krisna Oleh-oleh Bali
kisah inspiratif
viral lokal
produk lokal
Bali
Oleh-oleh khas Bali
| Prinsip ‘Tabah Sampai Akhir’ Bawa Perseroda PITS Tangsel Keluar dari Krisis Puluhan Miliar |
|
|---|
| Kisah Inspiratif M. Fauzi, Seorang Disabilitas Rungu yang Sukses Raih Gelar S3 dan Jadi Dosen |
|
|---|
| Cerita Listiarsih Menolak Runtuh usai Ditinggal Suami dan Membesarkan Tiga Anak dari Hasil Mulung |
|
|---|
| Kisah Sukses Onih, Wanita Asal Sodong Tangerang yang Hidupi 3 Anak dari Produksi Opak |
|
|---|
| Kisah Mantan Napi Narkoba Jadi Barista di Bapas Jakbar: Dulu Dunia Malam, Kini Cari Rezeki Halal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Ajik-Krisna.jpg)