Pilgub Jakarta

Misi Penjegalannya di Pilgub Jakarta Dimulai, Anies Baswedan Memilih Santai

Punya elektabilitas tinggi dan mengusai Jakarta, Anies kini juga sudah mendapat dukungan dari PKS dan PKB. Keduany sama-sama tergabung dalam parpol

|
Editor: Joseph Wesly
(KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
Anies Baswedan menghadiri acara Rakernas PKS di Sultan Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (24/2/2023) sebelum Pilpres 2024. 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Anies Baswedan menjadi salah satu kandidat Pilkada Jakarta 2024 yang paling kuat saat ini ntuk pemilihan Gubernur Jakarta.

Punya elektabilitas tinggi dan mengusai Jakarta, Anies kini juga sudah mendapat dukungan dari PKS dan PKB. Keduany sama-sama tergabung dalam parpol yang tergabung di Koalisi Perubahan saat Pilpres 2024.

Keberadaan Anies yang semakin menguat ternyata dimaknai berbeda, Namun, dalam perkembangannya ada upaya penjegalan halus, agar Anies batal ikut Pilkada Jakarta.

Seperti diketahui, tersiar kabar PKS ditawari kursi cawagub di Pilkada Jakarta oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM), partai pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Pada Pilkada Jakarta 2024 ini, KIM ingin mengusung Ridwan Kamil.

Nah, sebagai cawagub KIM sepakat untuk mengisinya dari kader PKS, mengingat PKS adalah pemenang Pemilu 2024 di Jakarta.

Terkait kabar tersebut, Anies yang akan maju pada Pilkada DKI Jakarta 2024 enggan berkomentar.

Menurutnya, saat ini lebih penting membahas kondisi warga Jakarta ketimbang permasalahan tersebut.

“Saya rasa kita lebih penting membicarakan tentang kondisi warga Jakarta sekarang, ya,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Rabu (19/6/2024).

Anies menilai, permasalahan warga menjadi penting untuk dibahas karena dirinya akan maju sebagai calon gubernur (cagub) di Pilkada Jakarta.

Perihal dinamika politik yang terjadi jelang Pilkada, menurutnya hal tersebut adalah urusan nomor kesekian.

Sebab, warga lebih menunggu kebijakan apa yang nantinya akan direalisasikan pemimpin baru Jakarta.

“Pilkada bukan semata-mata tentang siapa menjadi calon, siapa menjadi wakil partai apa dan mencalonkan siapa. Tapi, ini tentang kebijakan apa yang akan dibawa dan dilaksanakan karena itu yang akan dirasakan masyarakat Jakarta,” tandasnya.

Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengatakan, partainya terbuka membangun kerja sama dengan partai politik mana pun di Pilkada 2024, termasuk dengan PKS.

Hal ini merespons klaim PKS yang mengaku ditawari Cawagub jika bergabung KIM untuk mengusung Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved