9 Bahaya Makan Mi Instan Setiap Hari, Risiko Kanker hingga Kekurangan Nutrisi
Pasalnya Mi instan memiliki sifat yang mengenyangkan sehingga bisa menjadi pengganti nasi karena tinggi karbohidrat.
TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Mi instan menjadi makanan yang sering dimasak sebagai pengganti nasi.
Pasalnya Mi instan memiliki sifat yang mengenyangkan sehingga bisa menjadi pengganti nasi karena tinggi karbohidrat.
Cara masaknya yang mudah serta karena memiliki aneka rasa, mi instan menjadi makana favorit khususnya bagi anak-anak.
Namun, mi instan hanya mengandung sedikit nutrisi dan tidak baik jika dimakan setiap hari.
Dikutip dari Healthline (2/2/2023), mi instan mengandung zat besi dan vitamin B.
Mi instan juga tidak memiliki protein, fiber, vitamin A, C, dan B12, kalsium, magnesium, dan potasium yang dibutuhkan tubuh.
Lalu, apa saja risiko berbahaya dari makan mi instan setiap hari?
1. Kekurangan nutrisi
Satu porsi mi instan rasa ayam mengandung 188 kalori, 27 gram karbohidrat, 7 gram lemak, 891 gram sodium, 16 persen tiamin, 13 persen folat, 10 persen mangan, 9 persen zat besi, 9 persen niacin, dan 6 persen riboflavin dari Angka Kecukupan Gizi Harian (AKG).
Diberitakan Health Shots (29/5/2024), kandungan tersebut tidak menunjukkan mi instan memiliki nutrisi bergizi yang dibutuhkan tubuh.
Konsumsi mi instan secara teratur dapat meningkatkan risiko kekurangan nutrisi.
Kandungan karbohidrat olahan dan lemak tidak sehat yang tinggi juga buruk bagi tubuh.
2. Kelebihan MSG
Mi instan juga kaya Monosodium glutamat (MSG).
Kadar MSG dalam mi instan memang masih dalam jumlah aman.
Namun, makan terlalu banyak mi instan jelas tidak baik bagi kesehatan.
Studi menunjukkan, konsumsi MSG terlalu banyak menyebabkan berat badan bertambah, sakit kepala, mual, dan tekanan darah tinggi.
3. Penyakit organ dalam
Selain MSG, mi instan juga kaya natrium atau garam.
Satu porsi mi dapat memenuhi setengah asupan natrium harian.
Padahal, natrium tidak hanya didapat dari mi instan.
Sebuah penelitian kardiologi menyebut, asupan natrium berlebihan berkaitan dengan kerusakan organ dalam, hipertensi, kolesterol, penyakit jantung, dan stroke.
Orang yang berisiko atau pasien penyakit itu diimbau tidak makan mi instan setiap hari.
Sebab, kondisi mereka akan semakin parah dan berpotensi alami komplikasi kardiovaskular.
4. Tingkatkan gula darah
Mi instan terbuat dari tepung berjenis maida.
Tepung ini lebih rendah serat dan nutrisi daripada tepung dari biji-bijian utuh.
Konsumsi maida dalam porsi banyak memicu lonjakan kadar gula darah.
Akibatnya, ini berbahaya bagi pasien diabetes dan resistensi insulin.
Makan mi instan yang tinggi karbohidrat juga meningkatkan risiko obesitas, sindrom metabolik, dan diabetes tipe 2.
5. Kerusakan hati
Sebagai bahan pengawet, mi instan dikemas dengan Tertiary butylhydroquinone (TBHQ) dan butylated hydroxyanisole (BHA) dalam jumlah kecil.
Meskipun kadarnya sedikit, konsumsi bahan pengawet dalam mi instan untuk jangka panjang berbahaya bagi tubuh.
Studi mengaitkan paparan kronis terhadap TBHQ menyebabkan kerusakan neurologis, peningkatan risiko limfoma, dan pembesaran hati.
6. Obesitas
Karbohidrat yang tinggi dalam mi instan dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas jika dikonsumsi secara teratur, dikutip dari Radio Mirchi (1/3/2023).
Penelitian menemukan orang yang makan mi instan lebih dari dua kali seminggu berisiko tinggi terkena sindrom metabolik.
Kondisi ini memicu obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi, dan kelebihan lemak di pinggang.
7. Risiko kanker
Beberapa produk mi instan mungkin dibungkus dengan kemasan yang dibuat dari bahan kimia seperti Bisphenol A (BPA).
Bahan itu berbahaya karena dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker lambung.
Penelitian menemukan, orang yang makan mi instan lebih dari dua kali seminggu memiliki risiko 68 persen lebih tinggi terkena kanker lambung.
Kondisi ini terutama terjadi pada mi instan yang memiliki jumlah BPA lebih banyak dalam kemasannya daripada mi segar.
8. Masalah pencernaan
Mi instan juga memicu masalah pencernaan karena rendah kandungan serat yang penting untuk pencernaan.
Makanan ini juga bisa menyebabkan perut kembung, bergas, dan sembelit karena mi kaya natrium.
Makan beberapa porsi mi instan dalam satu hari bisa membuat perut tidak nyaman dan buang air besar tidak teratur.
9. Kondisi mental memburuk
Mi instan diketahui bisa berdampak negatif pada kesehatan mental karena kandungan natrium yang tinggi.
Sebab, senyawa itu dapat mengganggu keseimbangan zat kimia di otak.
Makan mi instan lebih dari dua kali seminggu juga dikaitkan dengan depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lain.
Penelitian juga menemukan orang yang makan mi instan secara teratur cenderung memiliki kesehatan mental buruk daripada mereka yang tidak mengonsumsi mi instan.
Itulah 9 alasan mengapa Anda harus berhenti makan mi instan setiap hari agar tak terkena efek samping yang merugikan tubuh. Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Sering Dilakukan Orang Indonesia, Ini Risiko Makan Mi Instan Bersama Nasi Menurut Pakar Gizi |
|
|---|
| Disebut Mengandung Lilin hingga Pengawet, Apakah Air Rebusan Mi Instan Aman Dikonsumsi? |
|
|---|
| Harga Mi Instan Diramal Bakal Turun, Prediksi Sandiaga Uno Terpatahkan |
|
|---|
| Mendag Zulkifli Hasan Yakin Harga Mi Instan Meroket Seperti Perkiraan SYL dan Sandiaga Uno |
|
|---|
| Sandiaga Uno Beri Peringatan, Harga Mi Instan Bakal Naik Tiga Kali Lipat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Mi-Instan2.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.