Heboh Sosok Raja Jawa yang Disebut Bahlil Lahadalia, Idrus Marham: Itu Hanya Guyonan Politik

Baru-baru ini ramai sepenggal video penyataan Bahlil Lahadalia yang menyinggung sosok Raja Jawa yang dianggap disegani.

Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Joko Supriyanto
Istimewa
Ketua umum Partai Golkar terpilih Bahlil Lahadalia 

TRIBUNTANGERANG.COM - Baru-baru ini ramai sepenggal video penyataan Bahlil Lahadalia yang menyinggung sosok Raja Jawa yang dianggap disegani.

Ketua umum Partai Golkar yang baru ini bahkan mewanti-wanti para kadernya untuk hati-hati dengan sosok yang dianggap Raja Jawa itu.

"Jadi kita harus lebih paten lagi. Soalnya 'Raja Jawa' ini kalau kita main-main celaka kita. Saya mau kasih tahu aja jangan coba-coba main-main dengan barang ini, kata Bahlil. 

"Ini ngeri-ngeri sedap barang ini saya kasih tahu. Udah waduh ini, dan sudah banyak, sudah lihat barang ini kan ya, tidak perlu saya ungkapkan lah," sambungnya. 

Pernyataan Bahlil Lahadalia pun menuai reaksi publik terkait sosok yang dimaksud Raja Jawa itu, Bahlil Lahadalia memang tidak secara lugas menjelaskan sosok tersebut dalam pernyataanya.

Namun publik merasa jika sosok yang di maksud Bahlil adanya Joko Widodok, pasalnya Jokowi merupakan keturunan Jawa yang juga merupakan orang nomor satu di Indonesia.

Menyikapi kabar Raja Jawa yang dimaksud Bahlil, Ketua Dewan Pembina Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Idrus Marham ikut memberi respon.

Idrus Marham meminta publik tak perlu terlalu resah akan pernyataan itu, sebab kata dia apa yang disampaikan Ketua Umum Partai Golkar itu hanya guyonan atau becandaan politik semata.

"Jadi guyonan politik bukan pernyataan politik, pernyataan politik itu adalah sikap. Kalau guyonan politik kan kamu bicara masalah ini, apalagi Pak Jokowi dianggap Raja Jawa," kata Idrus di Kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2024).

Idrus berpendapat, jika Bahlil sedang menyinggung soal program kerja Partai Golkar ke depan agar tidak dianggap main-main oleh para kadernya kedepan. 

"Karena memang salah satu tema sentral yang disampaikan di dalam pidatonya itu adalah merespon isu-isu yang berkembang, jadi ya yang dimunculkan dalam masyarakat, maka dia juga menanggapinya dengan suatu guyonan-guyonan politik," kata Idrus. 

Dengan demikian, Idrus kembali menegaskan kalau Bahlil sedang berguyon, bukan menyampaikan sikap pernyatan dirinya. 

"Hati-hati nanti kalau misalkan di sini, ya Golkar ini, ada Raja Jawa, hati-hati. Kan itu adalah guyonan-guyonan politik yang disampaikan oleh ketua umum, bukan pernyataan sikap politik," pungkasnya. 

 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved