Alasan Prabowo Jadikan Mobil Karya Anak Bangsa MV3 Garuda Limousine Kendaraan Kabinet Merah Putih

Mobil MV3 Garuda Limousine atau dikenal Maung Garuda bakal menjadi kendaraan di Kabinet Merah Putih.

Editor: Joko Supriyanto
istimewa
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu mengungkapkan Maung Garuda sebagai mobil karya anak bangsa akan jadi kendaraan Menteri dan Wakil Menteri pekan depan. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Mobil MV3 Garuda Limousine atau dikenal Maung Garuda bakal menjadi kendaraan di Kabinet Merah Putih.

Mobil buatan PT Pindad (Persero) ini sempat dipakai oleh Presiden Prabowo Subianto saat menuju Istana Kepresidenan usai pelantikan.

Dipilihnya Mobil MV3 Garuda Limousine sebagai kendaraan para Menteri hingga Eselon 1 di Pemerintah Prabowo-Gibran, maka dipastikan tak lagi memakai produk luar negeri.

Presiden Prabowo Subianto ternyata punya alasan tersendiri kenapa memilih Maung Garuda sebagai kendaraan di kabinet merah putih.

Bahkan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu mengungkapkan Maung Garuda sebagai mobil karya anak bangsa akan jadi kendaraan Menteri dan Wakil Menteri pekan depan.

"Minggu depan saya akan pakai mobil Maung itu, mobil Pindad. Karena Pak Prabowo sudah bilang, minggu depan tidak ada lagi barang impor untuk mobil eselon I dan menteri," ujar Anggito, di Universitas Gadjah Mada (UGM) dikutip Kompas.com.

Anggito masih menggunakan mobil dinas keluaran pabrikan Toyota, yaitu Alphard.

"Saya juga enggak euforia, bapak, ibu, sekalian. Saya pakai Alphard kok sekarang, tapi biasa saja. Enggak usah 'woh hebat', itu milik negara," ujar dia.

Anggito juga menambahkan bahwa 70 persen komponen mobil Maung adalah produk dalam negeri.

 "Nanti kalau mau lihat Maung, kemarin Profesor Sigit dari ITB, Direktur Utama Pindad, menyampaikan bahwa dia merancang mobil Indonesia, 70 persen itu produk dalam negeri," katanya.

Respon Pindad

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose memastikan pihaknya sanggup jika diminta memproduksi mobil dinas "Maung" untuk digunakan para menteri, wakil menteri dan pejabat eselon I.

Menurutnya, hal itu harus dilakukan jika memang sudah instruksi Presiden Prabowo Subianto.

"Kalau sudah instruksi Presiden, kita harus sanggup. Karena pasti fasilitas, infrastruktur dukungan pasti akan disiapkan," kata Abraham kepada wartawan, Senin (28/10/2024).

Abraham menegaskan bahwa sejauh ini Pindad sudah memproduksi Maung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved