Senin, 20 April 2026

Tokoh Agama di Ciledug Ungkap Sosok Guru Ngaji Pelaku Pelecehan Seksual

Khairul Azmi mengatakan, W merupakan teman masa kecilnya, dan pernah mengaji di majelis yang sama.

Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com/nurmahadi
Tokoh agama di Ciledug, Kyai Khairul Azmi. 

Laporan Reporter TribunTangerang.com, Nurmahadi 

TRIBUNTANGERANG.COM, CILEDUG - Tokoh agama di Ciledug, Kyai Khairul Azmi, mengungkap sosok guru mengaji yang menjadi pelaku pencabulan puluhan anak di Kawasan Ciledug, Kota Tangerang, berinisial W (40).

Khairul Azmi mengatakan, W merupakan teman masa kecilnya, dan pernah mengaji di majelis yang sama.

Meskipun, dirinya dan pelaku jarang terlibat dalam aktivitas dan kegiatan yang sama.

"Secara pribadi saya mengenal pelaku. Bahkan bisa dikatakan teman kecil pernah mengaji di tempat yang sama. Meskipun dalam proses komunikasi dan aktivitas sosial memang kami tidak sering terlibat di dalam kegiatan yang sama," kata dia kepada wartawan, Kamis (2/1/2025).

Khairul mengaku lebih mengenal pelaku sebagai praktisi hadroh atau pegiat selawat di beberapa majelis.

Kegiatan berselawat yang dilakukan pelaku kata Khairul, sudah berjalan cukup lama, yakni sejak W masih remaja.

"Saya kenal sebagai seorang praktisi hadroh atau pegiat selawatan. Cukup lama, cukup lama. Dari masa muda bahkan dia memang sudah aktif dalam kegiatan-kegiatan majlis-majlis ta'lim, masjid maupun musala," ungkapnya.

Setelah cukup lama melakukan kegiatan berselawat, W pun mencoba membuka kegiatan belajar mengaji, hingga memiliki banyak murid.

Hal itu lah yang membuat W mendapatkan panggung di kalangan masyarakat dan mulai dikenal sebagai seorang ustaz.

"Daripada anak-anak hanya belajar selawat, hanya belajar buat mukul rebana ataupun hadroh. Maka berkembang ada pengajian. Pengajian Iqra atau mungkin baca Quran dan lain sebagainya," ungkap Khairul.

"Nah ini yang kemudian menghantarkan beliau mendapatkan panggung di masyarakat sebagai ustaz," tambahnya.

Usai mendengar adanya kasus pelecehan yang dilakukan W, Khairul mengaku tak menyangka.

Dia pun mengaku akan mengutuk keras perbuatan asusila yang telah dilakukan W terhadap para muridnya.

"Tentu siapa pun, tidak hanya para kyai, siapa pun mengutuk keras perbuatan-perbuatan tindak asusila apalagi terhadap muridnya sendiri," ungkapnya.

Dengan adanya kasus ini, Khairul mengatakan pelaku tidak hanya mencoreng nama kyai, ustaz, daj pesantren, namun juga nilai-nilai kemanusiaan.

"Yang tercoreng adalah nilai-nilai kemanusiaan. Di mana letak kemanusiaannya. Ketika ada seorang anak yang datang kepadanya, minta untuk dibimbing. Tapi kemudian dengan kekuasanya, dia malah merenggut kemanusiaan dari orang tersebut," katanya. (m41)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved