Jumat, 12 Juni 2026

Ramadan 2025

Hari ini, Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1446 Hijriah

Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1446 Hijriah digelar Kementerian Agama (Kemenag) pada hari ini Jumat 28 Februari 2025.

Tayang:
Editor: Joko Supriyanto
zflas.com
Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1446 Hijriah digelar Kementerian Agama (Kemenag) pada hari ini Jumat 28 Februari 2025. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1446 Hijriah digelar Kementerian Agama (Kemenag) pada hari ini Jumat 28 Februari 2025.

Sidang isbat nantinya akan pimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat.

 "Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung," Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad dalama keterangannya.
 
Menurut Abu Rokhmad, ada tiga rangkaian yang akan dilakukan dalam sidang isbat. Pertama, pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.
 
"Ketiga, musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada publik," jelasnya.
 
Abu Rokhmad mengajak masyarakat menunggu hasil sidang isbat dan pengumuman pemerintah terkait awal Ramadan 1446 H. Ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.
 
"Kita berharap umat Islam di Indonesia bisa mengawali Ramadan tahun ini secara bersama-sama," jelasnya.
 
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) pada Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, menambahkan, berdasarkan data hisab awal Ramadan 1446 H, ijtimak terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB.

Pada hari yang sama, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.
 
"Dengan kriteria ini, secara astronomi, ada indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat,” sebut Arsad.
 
Data hisab ini akan dikonfirmasi melalui proses pemantauan hilal atau rukyatul hilal. Kemenag bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenag di berbagai daerah akan melakukan pemantauan hilal di berbagai titik di seluruh Indonesia. Hasil hisab dan rukyat akan dipaparkan pada sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama.

 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved