Kamis, 9 April 2026

Pra Piala Dunia 2026

Profil Enam Staf Pelatih yang Membantu Patrick Kluivert di Timnas Indonesia

Profil enam staf pelatih yang bakal membantu kerja Patrick Kluivert di timnas Indonesia. Targetnya "Merah Putih" berlaga di Piala Dunia 2026.

Editor: Eko Priyono
Tribunnews.com/Alfarizy AF
JURU TAKTIK - Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (2/2/2025). Kluivert dan kolega datang untuk menyaksikan duel Persija melawan PSBS Biak. Ada enam asisten pelatih yang bakal membantu Kluivert di timnas Indonesia. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Ada enam staf pelatih yang bakal membantu Patrick Kluivert di timnas sepak bola Indonesia dalam lanjutan Pra Piala Dunia 2026 zona Asia ronde ketiga grup C.

Sebelumnya, PSSI mengumumkan Kluivert--eks bomber AC Milan dan Barcelona--akan dibantu dua asisten yakni Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Ketiganya berjibaku mengurus taktik dan strategi.

Di belakang trio pelatih asal Belanda tersebut, adan enam orang dengan spesialisasi masing-masing. TribunTangerang.com mengupas profil enam staf pelatih tersebut berdasarkan data yang dikirimkan PSSI di grup WA media peliput PSSI.

Profil Enam Staf Pelatih Timnas Indonesia:

  1. Quentin Jacoba
    Pelatih fisik yang sudah bekerja sama dengan Kluivert saat mengisi posisi serupa di Timnas Curacao. Quentin memiliki latar belakang sebagai mantan pemain sepak bola profesional, dengan pengalaman bermain di klub-klub Belanda seperti FC Eindhoven dan Kozakken Boys. Ia juga pernah memperkuat Timnas Curacao sembilan kali antara tahun 2016 dan 2020.
    Quentin bertanggung jawab untuk meningkatkan kebugaran dan performa para pemain. Dengan pengalaman dan keahliannya, ia diharapkan dapat membawa pendekatan profesional untuk meningkatkan daya saing di tubuh timnas Indonesia.
  2. Leo Echteld
    Fisioterapis ternama asal Belanda yang memiliki jam terbang tinggi dalam menangani para pemain di klub-klub besar seperti Inter Milan dan AC Milan. Sebagai fisioterapis, Leo harus memastikan kebugaran fisik para pemain tetap optimal, membantu pemulihan cedera, dan mendukung performa mereka di lapangan.
    Dengan keahliannya, pendiri Fysiomed--sebuah pusat medis olahraga di Belanda ini--dapat memberikan kontribusi besar dalam menjaga kondisi fisik pemain timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang sangat ketat.
  3. Chesley ten Oever
    Serupa dengan Leo Echteld, namun Chesley merupakan fisioterapis Belanda yang mengkhususkan diri dalam terapi manual. Ia bekerja di Fysiomed, sebuah pusat medis olahraga terkenal di Amsterdam. Chesley yang berpraktik sejak 2018 fokus pada penanganan masalah, seperti nyeri punggung dan leher, serta cedera di sekitar pinggul dan pangkal paha. Chesley punya pendekatan yang menggabungkan fisioterapi, pelatihan pribadi, dan pelatihan performa olahraga untuk membantu klien mencapai kondisi fisik terbaik mereka.
  4. Jordy Kluitenberg
    Analis video asal Belanda punya latar belakang yang kuat dalam analisis dan mengevaluasi jalannya pertandingan. Jordy telah bekerja dengan beberapa klub, termasuk Heerenveen di Eredivisie dan PEC Zwolle. Ia sempat menjadi analis video dam berkolaborasi dengan Patrick Kluivert untuk Adana Demirspor di Turki selama musim 2023/24. Kelebihan Jordy terdapat pada keahliannya menganalisis rekaman pertandingan untuk memberikan wawasan taktis, membantu tim menyempurnakan strategi mereka dan meningkatkan performa.
  5. Bram Verbruggen
    Seorang team developer dari Belanda yang saat ini bekerja dengan Go Ahead Eagles, klub sepak bola di Eredivisie, Belanda. Bram berperan dalam membangun kohesi tim, mendukung pengembangan individu pemain, dan meningkatkan dinamika tim secara keseluruhan. Bram memiliki latar belakang psikologi konseling dan pernah bekerja di Valencia CF dalam mengelola program talenta internasional. Bram diakui ahli dalam pengembangan pribadi pemain dan staf dengan tujuan membangun budaya perbaikan berkelanjutan, terutama bagi para pemain muda usia dalam menghadapi tantangan sulit.
  6. Regi Blinker
    Mantan pemain sayap asal Belanda yang pernah membela Feyenoord, Celtic, dan Sheffield Wednesday. Setelah pensiun, ia terjun ke dunia wirausaha dan menjadi pendiri "Life After Football", sebuah majalah gaya hidup yang ditujukan untuk pemain sepak bola profesional.  Dengan karier yang gemilang saat masih merumput, Regi punya pendekatan yang bagus sekaligus menjadi tauladan bagi para pemain muda untuk berkembang. Terlebih  Regi punya pengalaman yang banyak sebagai ahli pengembangan sepak bola.

Dapatkan Informasi lain dari TribunTangerang.com via saluran WhatsApp

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved