Jumat, 24 April 2026

Berita Viral

Respons Dedi Mulyadi Disebut Rocky Gerung Memiliki Pemikiran Dangkal

Dedi Mulyadi kata Rocky Gerung selama ini hanya menyampaikan kedangkalan-kedangkalan

Editor: Joseph Wesly
(TribunJabar.id/Dian Herdiansyah/Twitter Gibran Rakabuming)
PEMIKIRAN DEDI DANGKAL- Kolase Rocky Gerung dan Dedi Mulyadi. Rocky Gerung menyebut bahwa pemikiran Dedi Mulyadi dangkal.(TribunJabar.id/Dian Herdiansyah/Twitter Gibran Rakabuming) 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Komentar politik sekaligus akademisi Rocky Gerung mengkritik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Rocky Gerung menyebut Dedi Mulyadi memiliki pemikiran dangkal.

Dedi Mulyadi kata Rocky Gerung selama ini hanya menyampaikan kedangkalan-kedangkalan.

Gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi dianggap cuma menjual penampilan visual, alih-alih visi yang mendalam.

Hal yang sama kata Rocky Gerung juga dilakukan oleh Joko Widodo.

"Kita lagi menonton orang jualan komoditas yang namanya penampilan. Visualisasi, bukan visi."

Mendapat kritikan keras dari Rokcy Gerung, Dedi memilih kalem.

Dia menanggapi santai soal kritikan tersebut.

"Saya memilih menjadi orang yang berpikiran dangkal, namun melahirkan hamparan tanaman."

"Daripada orang yang mengakui pikirannya dalam malah membuat banyak orang tenggelam," kata Dedi Mulyadi dalam unggahan Instagramnya, @dedimulyadi71 pada Jumat (23/5/2025).
 
Dedi Mulyadi tak menjawabnya dengan sikap serius.

Justru, tanggapan itu disampaikannya sembari olahraga jalan pagi di tengah hamparan sawah.

Ia menunjukkan diri seolah tidak menganggap kritikan Rocky Gerung tersebut sebagai masalah.

"Pagi semuanya kita hadapi berbagai kritik dengan senyuman,"

"Salam sehat bahagia selalu. Dengan melangkah hidup akan menjadi berkah," imbuh Dedi Mulyadi.

Kritikan Rocky Gerung

Sebelumnya, Rocky Gerung mengutip berbagai teori untuk mengkritik Dedi Mulyadi.

Ia menyoroti gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang dinilai hanya menjual penampilan visual, alih-alih visi yang mendalam.

Pengamat politik itu bahkan menyamakan gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi mirip dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Rocky Gerung pun mengutip teori Guy Debord dalam buku The Society of the Spectacle (1967) yang menjelaskan masyarakat saat ini lebih suka mengonsumsi penampilan dangkal dibandingkan gagasan mendalam.

Menurutnya, masyarakat saat ini adalah "masyarakat yang doyan nonton kedangkalan".

"Jadi kita lagi menonton orang jualan komoditas yang namanya penampilan. Visualisasi, bukan visi."

"Jokowi dan Dedi Mulyadi sama-sama besar lewat intensitas kemunculan mereka di media, bukan karena visinya," ujar Rocky dalam sebuah momen, baru-baru ini.

Program Dedi Mulyadi yang mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer pun dikritisi Rocky Gerung.

Menurutnya, program tersebut adalah contoh kebijakan dangkal.

Rocky Gerung menilai pendekatan seperti itu hanya mendisiplinkan tubuh, bukan mengajak berpikir.

Hal itu kembali ia samakan dengan teori disciplinary society ala Michel Foucault.

Tak berhenti di situ, Rocky Gerung juga menyentil tingkat IQ masyarakat Indonesia yang disebut stagnan di angka 78 selama satu dekade terakhir.

Kondisi ini, lanjut Rocky Gerung sebagai penyebab larisnya "kedangkalan" dalam politik.

"Hanya dalam masyarakat dengan IQ 78, kedangkalan itu laku dan kita masih di situ."

"Saya cek WHO dan World Bank, datanya masih 78," jelas Rocky Gerung.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved