Menilik Napak Tilas Murid Wali Allah dan Penyebaran Islam di Solear Kabupaten Tangerang
Beragam hal menarik dapat kita jumpai di Kabupaten Tangerang salah satunya makam keramat yang menjadi destinasi wisata religi di Solear, Tangerang.
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Reporter Tribuntangerang.com, Nurmahadi
TRIBUNTANGERANG.COM, SOLEAR - Beragam hal menarik dapat kita jumpai di Kabupaten Tangerang salah satunya makam keramat yang menjadi destinasi wisata religi di Solear, Kabupaten Tangerang.
Makam yang dikeramatkan itu adalah makam Syekh Mas Masa'ad, seorang yang disebut berperan penting dalam penyebaran Islam di Kabupaten Tangerang.
Makam itu terletak di bawah pohon besar yang disebut warga sebagai pohon kedoya. Di sekeliling makam ditutupi stanless dengan tinggi sekira satu meter.
Makam Syekh Mas Masa'ad juga terletak di dalam bangunan berkelir hijau yang jadi tempat para pengunjung untuk berziarah.
Letak makam ini juga berada di dalam kawasan hutan lindung dengan luas sekitar 4,2 hektare, tak hanya itu di setiap sudut terlihat dipenuhi monyet liar yang sudah menjadi ikon dari destinasi wisata religi tersebut.
Baca juga: Mengenal Sejarah Masjid Raya Al-Azhom Tangerang, Masjid yang Miliki Kubah Terbesar di Dunia
Pengurus Makam Keramat Solear, Eli (43) mengatakan Syekh Mas Masa'ad merupakan salah satu tokoh yang dikenal sebagai panglima Kesultanan Banten pada abad 15.
Syekh Mas Masa'ad mengemban tugas untuk menyebarkan ajaran Islam di Banten, khususnya kawasan Tigaraksa dan sekitarnya.
"Makam ini milik Syekh Mas Masa'ad, beliau merupakan tokoh yang menyebarkan agam Islam," kata Eli saat diwawancarai Tribuntangerang.com, Minggu (25/5/2025).
Pria Asli Solear itu bercerita selain sebagai Panglima utusan Kesultanan Banten, Syekh Mas Masa'ad juga merupakan murid dari Sunan Syarif Hidayatullah.
Lokasi yang saat ini menjadi tempat ziarah dahulu kerap dijadikan tempat berkumpul para murid Syekh Mas Masa'ad.
"Beliau (Syekh Mas Masa'ad) juga pengikut para wali, dia juga murid dari Sunan Syarif Hidayatullah, di sinilah tempat Syekh Mas Masa'ad berkumpul bersama para murid dan pengikutnya," ujarnya.
Eli menjelaskan, sebelum makam keramat ditemukan lokasi hutan lindung itu masih masuk ke Kampung Pabuaran, Kecamatan Cisoka.
Setelah diketahui adanya makam Syekh Mas Masa'ad maka Kampung Pabuaran berubah nama dan menjadi kecamatan baru yang disebut Kecamatan Solear.
Baca juga: Kisah Masjid Raya Al-Azhom, Berawal dari Ikon Kota Tangerang hingga Jadi Destinasi Wisata Religi
Eli mengatakan solear dalam bahasa sunda memiliki arti "siloka" yang berarti metafora. Karena itulah tidak ada titik awal sejarah terkait makam keramat ini.
"Dulu kawasan ini namanya Kampung Pabuaran, setelah ditemukan makam keramat ini, nama kawasan ini diganti jadi Solear," kata Eli.
"Solear ini kan artinya siloka atau metafora, artinya kami tidak tahu titik awal sejarahnya tapi perjalanan sejarah itu ada," ungkapnya.
Setiap hari makam keramat yang terletak di Desa Solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten ini kerap dipenuhi peziarah.
Para pengunjung pun datang dari berbagai daerah, baik untuk berziarah maupun hanya sekadar memberi makan monyet liar. (m41)
| Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang dan Kota Tangerang Minggu 31 Mei 2026: Sebagian Berawan |
|
|---|
| SIM Keliling di Kabupaten Tangerang Sabtu 30 Mei 2026, Digelar 2 Lokasi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang dan Kota Tangerang Jumat 29 Mei 2026: Sebagian Cerah |
|
|---|
| SIM Keliling di Kabupaten Tangerang Jumat 29 Mei 2026, Digelar 2 Lokasi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang dan Kota Tangerang Kamis 28 Mei 2026: Sebagian Cerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/peziarah-di-Malam-Keramat-Syekh-Mas-Masaad.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.