Jumat, 8 Mei 2026

Mahasiswa Kedokteran Dirampok di Lapangan Banteng, Perut Ditempel Pisau, iPad hingga Ponsel Raib

Akibat perampokan itu, RA tidak hanya kehilangan materi tapi juga mengalami trauma. Pasalnya selama dirinya dirampok, satu dari dua orang perampok

Tayang:
Editor: Joseph Wesly
Tribun Tangerang/Indri Fahra Febrina
PERAMPOKAN DI LAPANGAN BANTENG- Ruang publik terbuka di pusat kota Jakarta, Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Mahasiswa kodekteran dirampok saat melintas di lapangan Banteng, Jumat (13/6/2025) malam.  

TRIBUN TANGERANG.COM, SAWAH BESAR- Seorang mahasiswa kedokteran gigi berinisial RA (23) dirampok di sekitar Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Jumat (13/6/2025) malam. 

Akibat perampokan itu, RA kehilangan iPad, ponsel hingga uang Rp 50 ribu.

Akibat perampokan itu, RA tidak hanya kehilangan materi tapi juga mengalami trauma.

Pasalnya selama dirinya dirampok, satu dari dua orang perampok menempelkan pisau di perut RA.

Di bawah ancaman tersebut, dia dipaksa menyerahkan harta bendanya.

Perista perampokan yang dialami RA dinformasikana oleh kakanya korban, Nameera T Iskandar.

Nameera mengatakan pelaku begal terhadap adiknya itu berjumlah dua orang. 

RA sempat mendapatkan ancaman oleh salah satu pelaku yang menodongkan pisau di perutnya ketika meminta ponselnya direset untuk diambil. 

Hal itu terungkap dari penjelasan Nameera saat dikonfirmasi TribunJakarta.com pada Sabtu (14/6/2025). 

Nameera mengatakan awalnya saat terjadi pembegalan, isi ransel RA digeledah oleh dua pelaku. 

Satu pelaku memakai masker sementara satu lagi berbadan tinggi dan memiliki bekas luka di wajah. 

"Saat ranselnya dikasih, adik saya bilang 'jangan iPad ya mas, ini ada file-file ujian-ujian saya'. Pas dia bilang gitu adik saya langsung ditodong pisau di perutnya," kata Nameera kepada TribunJakarta.com pada Sabtu (14/6/2025). 

Kedua pelaku selanjutnya meminta RA untuk mentransfer uang sebesar Rp 1,5 juta. 

Namun, RA tidak memiliki uang di M-Banking-nya dan menyerahkan uang Rp 500 ribu tunai kepada kedua pelaku. 

Setelah itu, mereka meminta agar iPhone milik RA untuk direset. Diduga agar iPhone tersebut tak bisa dilacak. 

"Mereka minta iPhone direset, tapi kuota adik saya habis jadi enggak bisa dibuka. Tapi HP satunya yang Vivo itu nyala dan HP itu yang disuruh reset, dihapus semuanya untuk mereka ambil," katanya.

Selama sekitar setengah jam dengan pisau di perut, kata Nameera, adiknya diminta menghapus isi ponselnya untuk diserahkan kepada kedua pelaku. 

Selain ponsel, kedua pelaku juga merampas iPad berisi dokumen-dokumen RA untuk persiapan ujian. 

"Setelah iPad, uang dan HP diambil, adik saya dibiarkan pergi sambil diancam kalau adik saya akan di-tracking. Sampai sekarang adik saya trauma dan enggak mau kalau dibahas soalnya itu pengalaman pertama dia," katanya. 

Viral di media sosial

Awalnya, Nameera menceritakan pengalaman buruk sang adik dibegal melalui Instagram-nya. 

Adiknya dibegal saat berjalan kaki melewati Lapangan Banteng sehabis makan bersama teman-temannya.

"Pulangnya mau pakai kereta terus jalan kaki mau ke KRL melewati lapangan bolanya (lapangan Banteng)," katanya. 

"Di situ dia dicegat sama dua orang rampok, yang satu mukanya kayak ada bekas luka yang satu pakai masker. Bener-bener adik gue disuruh berlutut dengan pisau di perut terus uang diambil, HP diambil dan disuruh nge-reset!!! Setengah jam itu pisau nempel di perut adik gue.". 

"Tapi enggak peduli mau iPad, iPhone, uang cash ambil aja! Yang penting adik gue selamat. Emosi banget kasihan banget, enggak tega kebayang enggak sih kalian?" tulisnya. 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved