Gianluigi Donnarumma Pamit dari PSG setelah Diusir Sang Pelatih Gara-gara Kaki
Susah payah membantu PSG meraih Kuadrupel musim lalu bersama PSG, namun musim ini dia dipecat
Head to Head Donnaruma dan Chevalier
Rapor dari pangkalan data FBRef mengungkapkan fakta yang sayangnya tidak mendukung Donnarumma dan memihak Chevalier.
Soal urusan keterlibatan dalam permainan, Chevalier memang lebih aktif menjadi pembangun serangan tim.
Ia melepaskan rata-rata 28,5 operan per pertandingan, sedangkan Donnarumma hanya 23,4 kali.
Catatan Gigio di bidang ini bahkan kalah dari kiper pelapisnya di Paris, Matfei Safonov (26,7).
Akurasi umpan jauh Chevalier juga lebih oke dengan tingkat ketepatan 38,9 persen, sedangkan Donnarumma 34,7 persen.
Lantas, bagaimana dengan perbandingan kemampuan dasar seorang kiper - seperti kata Zoff - yang diukur melalui penyelamatan?
Lagi-lagi Donnarumma harus mengakui koleganya karena Chevalier ternyata memang lebih bagus.
Dalam dua variabel penting, yakni persentase penyelamatan dan clean-sheet, kiper asal Prancis tersebut unggul dengan catatan 74,6 dan 32,4 persen.
Adapun Donnarumma membukukan 67,6 persen penyelamatan sukses dan hanya 16,7 persen dari aksinya menghasilkan clean-sheet.d
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Gianluigi Donnarumma Sabet Penghargaan Yashin Trophy sebagai Kiper Terbaik |
|
|---|
| Lamine Yamal Sabet Kopa Trophy 2025, Dembele Raih Ballon d'Or 2025 |
|
|---|
| Daftar Pemenang Ballon d'Or 2025: Dembele Raih Bola Emas, Yamal Kopa Trophy |
|
|---|
| Donnarumma Gabung Manchester City setelah Dilepas PSG, Sebut Pep Guardiola Manajer Terhebat |
|
|---|
| Luis Enrique Pukul Joao Pedro usai Chelsea Kalahkan PSG di Final Piala Dunia Antarklub, Kenapa? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Messi-dan-Donaruma.jpg)