Update Terbaru Gempa Turki, 200 Orang Warga Suriah Tewas, Pencarian Masih Terus Dilakukan

Pemerintah Suriah mencatat 200 orang tewas akibat gempa bumi berkekuatan 7,8 SR di Turki, Senin (6/2/2023).

Editor: Jefri Susetio
Istimewa
Dalam rekaman video dari AFP TV yang diambil pada 6 Februari 2023, tim penyelamat mencari korban gempa berkekuatan 7,8 yang melanda Diyarbakir, Turki tenggara, meratakan bangunan di beberapa kota dan menyebabkan kerusakan di negara tetangga Suriah. (Mahmut BOZARSLAN / AFPTV / AFP) 

TRIBUNTANGERANG.COM - Pemerintah Suriah mencatat 200 orang tewas akibat gempa bumi berkekuatan 7,8 SR di Turki, Senin (6/2/2023).

Adapun korban tewas didominasi dari Provinsi Aleppo, Latakia, Hama dan Tartus.

Dikutip dari BBC, Kementerian Kesehatan Suriah mengatakan, sebanyak 600 orang lebih mengalami luka-luka.

Baca juga: Ressa Herlambang Ceritakan Bisnis Keluarga Bangkrut saat Puncak Karier di Dunia Hiburan

Survei Geologi Amerika Serikat mencatat, gempa berkekuatan 7,8 SR itu terjadi pada pukul 04.17 waktu setempat di dekat Kota Gaziantep, Turki.

Gempa di Turki ini berada di kedalaman 17,9 kilometer.

Seorang pria mengatakan kepada BBC bahwa dia yakin keluarganya akan mati ketika gempa mengguncang apartemen lantai 5 mereka di Kota Adana, Turki selatan.

"Saya belum pernah melihat yang seperti ini dalam hidup saya. Kami bergoyang hampir satu menit," kata Nilüfer Aslan.

"Saya mengatakan 'Ada gempa bumi, setidaknya mari kita mati bersama di tempat yang sama'. Itu satu-satunya hal yang terlintas di pikiran saya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia bilang tatkala gempa menguncang langsung melarikan diri keluar rumah.

"Saya tidak bisa membawa apa pun, saya berdiri di luar dengan sandal," ujarnya sambil menggambarkan situasi saat gempa.

Diketahui bersama bahwa Turki merupakan zona gempa paling aktif di dunia. Sebab, pada 1999 dari 17 ribu orang tewas setelah gempa kuat mengguncang barat laut negara itu.

Baca juga: Momen Rocky Gerung Dirangkul Wanita Cantik saat Nonton Konser Dewa 19 di JIS

Pencarian Terus Dilakukan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan di Twitter bahwa "tim pencarian dan penyelamatan segera dikirim" ke daerah yang dilanda gempa.

"Kami berharap dapat melewati bencana ini bersama-sama secepat mungkin dan dengan kerusakan yang paling sedikit," tulis Erdogan.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu mengatakan, setidaknya ada enam gempa susulan dan mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki bangunan yang rusak karena risikonya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved