Bolehkah Membatalkan Puasa di MRT? Ini Aturan Resminya
Pengguna MRT boleh berbuka puasa di dalam MRT. Namun ada jenis makanan dan minuman yang tidak boleh disantap untuk membatalkan puasa di MRT
Penulis: Panji Baskhara | Editor: Ign Prayoga
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGSEL - Azan maghrib menjadi penanda bagi umat muslim untuk membatalkan puasa.
Ketika azan maghrib telah berkumandang, hendaknya segeralah membatalkan puasa.
Pada para komuter, mungkin saja masih di tengah perjalanan ketika tiba waktunya untuk berbuka puasa.
Hal ini bukanlah kendala.
Namun, ada aturan tertentu bila hendak membatalkan puasa di fasilitas umum, salah satunya MRT Jakarta.
Pada kondisi normal, penumpang MRT dilarang keras makan dan minum di dalam kereta.
Namun, selama bulan Puasa, aturan tersebut dilonggarkan.
Pihak MRT Jakarta melalui akun Instagram @mrtjkt menyampaikan informasi mengenai aturan buka puasa di MRT Jakarta.
Selama bulan Ramadan, MRT Jakarta menerapkan kebijakan untuk membolehkan pengguna MRT membatalkan puasa saat berada di area berbayar stasiun serta di dalam Ratangga saat jam berbuka tiba dengan air mineral dan buah kurma.
Berikut ini aturan membatalkan puasa di MRT Jakarta.
Yang dibolehkan:
• Air mineral
• Buah kurma
Yang tidak boleh
• Nasi serta lauk pauk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/membatalkan-puasa-di-MRT.jpg)