Dorong Ketahanan Pangan, Zulhas Nilai Kompas 100 CEO Forum Perkuat Ekosistem Ekonomi Rakyat

Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan memberikan apresiasi kepada Kompas Gramedia dan PLN atas konsistensinya

Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Tribunnews.com/Ikhwana Mutuah Mico
PERKUAT EKONOMI RAKYAT- Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan memberikan apresiasi kepada Kompas Gramedia dan PLN atas konsistensinya menyelenggarakan Kompas 100 CEO Forum 2025 yang kembali digelar tahun ini, (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico). 

Ringkasan Berita:
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan memuji konsistensi penyelenggaraan Kompas 100 CEO Forum 2025 yang dinilai memperkuat kolaborasi pemerintah, swasta, media, dan pelaku usaha.
  • Zulhas memaparkan rencana penyediaan 82,9 juta porsi makanan bergizi per hari pada tahun depan yang diyakini mampu menggerakkan ekonomi rakyat.
  • Ia menekankan pentingnya peningkatan produktivitas untuk bersaing dengan negara lain, seraya menunjukkan capaian positif peningkatan produksi beras nasional menjadi 34,7 juta ton.

 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, PAGEDANGAN- Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan memberikan apresiasi kepada Kompas Gramedia dan PLN atas konsistensinya menyelenggarakan Kompas 100 CEO Forum 2025 yang kembali digelar tahun ini.

Menurutnya, forum dengan tema Menavigasi Arah & Menelisik Strategi Ketahanan Indonesia di Tengah Gejolak Global menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, swasta, media, dan pelaku usaha.

“Kita perlu mengapresiasi Kompas dan PLN karena kegiatan ini sangat penting. Kita akan sukses kalau ada kerja sama dan kolaborasi. Kalau bersama-sama, barulah kita berhasil,” ujar Zulkifli Hasan di ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (26/11/2025).

Ia memaparkan sejumlah kebijakan pemerintah yang sedang dikoordinasikan, termasuk program makanan bergizi untuk anak-anak.

Pria yang akrab disapa Zulhas itu menegaskan makanan bergizi bukan sekadar bentuk bantuan, tetapi strategi jangka panjang untuk membangun peradaban dan mengubah struktur ekonomi masyarakat.

Ia mencontohkan, jika program makanan bergizi dijalankan penuh tahun depan, diperlukan sekitar 82,9 juta porsi makanan per hari mulai dari telur, ikan, sayur, hingga buah.

Kebutuhan masif ini diyakini dapat menumbuhkan sentra-sentra produksi di desa dan menggerakkan ekonomi rakyat, mulai dari peternak ayam, petani sayur dan buah, hingga pelaku usaha tambak.

Baca juga: Rosan Roeslani Apresiasi Kompas 100 CEO Forum 2025, Soroti Pentingnya Sinergitas

Program ini juga akan diperkuat melalui peran koperasi desa yang berfungsi menyerap produksi masyarakat dan bertindak sebagai offtaker ketika hasil pertanian tidak terserap pasar. 

“Itu yang kita sebut cross loop, agar ekonomi kerakyatan bisa berkembang,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menekankan kunci utama peningkatan ekonomi nasional adalah pemberdayaan. Tanpa produktivitas yang tinggi, Indonesia akan sulit bersaing dengan negara lain. 

Baca juga: Lilik Oetama Buka Kompas 100 CEO Forum 2025, Pentingnya Kolaborasi di Tengah Gejolak Global

Ia mencontohkan tingginya biaya produksi beras dan gula di Indonesia dibandingkan negara produsen besar seperti Thailand, Vietnam, dan Brasil.

Meski demikian, ia menunjukkan perkembangan positif. Produksi beras nasional meningkat dari 30 juta ton menjadi 34,7 juta ton dalam satu tahun setelah dilakukan sejumlah perbaikan. Peningkatan 13 persen itu disebutnya berdampak langsung pada kenaikan pendapatan petani.

“Ini yang terus kita galakkan,” tegasnya. (m30)

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved