Delegasi 21 Negara Bakal Hadiri Pertemuan ‘Ibadah Murni’ di ICE BSD Tangerang

Tangerang bersiap menjadi sorotan dunia dengan pertemuan internasional “Ibadah Murni” yang digelar dua akhir pekan pada Desember 2025.

Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com
Acara yang menghadirkan delegasi dari 21 negara ini diproyeksikan menyuntikkan ekonomi hingga Rp440 miliar, sekaligus memperkuat posisi BSD sebagai tuan rumah event global. (foto Istimewa) 

TRIBUNTANGERANG.COM - Tangerang bersiap menjadi sorotan dunia dengan pertemuan internasional “Ibadah Murni” yang digelar dua akhir pekan pada Desember 2025.

Acara yang menghadirkan delegasi dari 21 negara ini diproyeksikan menyuntikkan ekonomi hingga Rp440 miliar, sekaligus memperkuat posisi BSD sebagai tuan rumah event global.

Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD dipilih karena mampu menampung puluhan ribu pengunjung dan menyediakan fasilitas yang nyaman bagi para peserta dari berbagai belahan dunia.

Pertemuan internasional ini menjadi kelanjutan tradisi panjang Saksi-Saksi Yehuwa menggelar acara berskala besar di Indonesia, setelah Bandung pada 1963 dan Sentul pada 2017.

Pengunjung akan menikmati beragam sesi, mulai dari ceramah, video, hingga wawancara pengalaman nyata.

"Dalam dunia yang penuh tantangan, ibadah yang murni adalah sesuatu yang bisa selalu kita andalkan seraya kita menantikan masa depan,” ujar Ario Sulistiono, Juru Bicara Nasional Saksi-Saksi Yehuwa.

Digelar pada 12–14 Desember dan 26–28 Desember 2025, acara ini dipastikan akan memberi warna baru bagi akhir tahun di wilayah BSD.

Penjadwalan dalam dua pekan memungkinkan lebih banyak pengunjung berpartisipasi, sekaligus memberi dorongan berkelanjutan bagi sektor wisata, kuliner, hingga ritel lokal.

Kehadiran delegasi dari 21 negara mulai dari Australia, Jepang, Brasil, hingga Amerika Serikat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar. Banyak warga yang menyambut antusias, termasuk Josafat, warga Jakarta.

Selain menonjolkan interaksi budaya, acara ini juga membawa dampak ekonomi yang kuat. Proyeksi pengeluaran mencapai USD 27 juta atau sekitar Rp 440 miliar dinilai mampu memperkuat sektor perhotelan, transportasi, hingga UMKM.

Seluruh kegiatan bersifat gratis dan terbuka untuk umum, memberikan akses luas bagi masyarakat yang ingin menghadiri sesi-sesi reflektif, menjalin pertemanan baru, atau sekadar menikmati atmosfer pertemuan internasional.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved