Cabai di Tangerang Tembus Rp120.000 Per Kilo Jelang Nataru, Bencana Sumatera Jadi Salah Satu Pemicu

Pedagang cabai di Pasar Gudang Tigaraksa, Okib Saputra mengatakan harga cabai rawit saat ini tembus Rp120.000 per kilogram

Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com/Nurmahadi
HARGA CABAI MEROKET - Harga cabai dan bawang merah di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, alami lonjakan yang signifikan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026. Saat disambangi Selasa (9/12/2025), harga cabai rawit tembus Rp120.000 per kilogram. (Tribuntangerang.com/Nurmahadi)  

Laporan Reporter Tribuntangerang.com, Nurmahadi

TRIBUNTANGERANG.COM, TIGARAKSA - Harga cabai dan bawang merah di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, alami lonjakan yang signifikan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.

Pedagang cabai di Pasar Gudang Tigaraksa, Okib Saputra mengatakan harga cabai rawit saat ini tembus Rp120.000 per kilogram. 

"Paling mahal itu cabe rawit merah, sekarang Rp120.000 per kilo, kalau normalnya itu Rp40.000 per kilo," katanya kepada wartawan, Selasa (9/12/2025).

Selain cabai rawit, Okib mengatakan cabai keriting juga alami kenaikan yang signifikan hingga Rp90.000 dari harga sebelumnya Rp30.000 per kilogram. 

Sementara untuk cabai rawit hijau yang normalnya Rp30.000, kini harganya meroket hingga Rp70.000 per kilogram.

Kemudian harga jual bawang merah juga mengalami kenaikan menjadi Rp.60.000 per kilogram dari harga normal Rp30.000 per kilo.  

Okib mengaku kenaikan harga cabai dan bawang merah ini telah terjadi sepekan terakhir. 

Baca juga: Sekjen Kemendagri Soroti Kenaikan Harga Cabai dan Bawang hingga 200 Persen di Daerah Subur

Kenaikan harga cabai dan bawang itu berdampak pada daya beli masyarakat dan omzet pedagang yang menurun. 

"Kalau kenaikannya sampai 80 persen begini, omzet kami berkurang bisa sampai 40 sampai 50 persen," ujar Okib.

Di samping itu Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang, Rizky Maria P. Girsang menyebut kenaikan harga itu juga dipengaruhi bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera.

"Secara umum ada dampak dari bencana di Sumatera lada beberapa komoditi bahan pokok antara lain cabe, bawang dan sayur mayur yakni ada beberapa kenaikan harga," paparnya. 

Untuk menekan kenaikan harga jelang Nataru, Rizky mengatakan puhaknya akan mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah gereja di Kabupaten Tangerang.

"Upaya yang selalu di laksanakan jika terjadi kenaikan harga, kita akan melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Warung Tekan Inflasi beberapa komoditi seperti cabe merah keriting, rawit merah , rawit hijau, bawang merah, putih, beras, gula dan terigu," ujarnya. (m41) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved