Tahun Baru

Bupati Larang Pesta Kembang Api, Pedagang Petasan Mengeluh Omzet Turun Hampir 100 Persen

Sejumlah pedagang kembang api di Pasar Cikupa mengeluh usai omzetnya alami penurunan drastis

Penulis: Nurmahadi | Editor: Joseph Wesly
Tribuntangerang.com/Nurmahadi
OMZET ANJLOK- Sejumlah pedagang kembang api di Pasar Cikupa mengeluh usai omzetnya alami penurunan drastis. Hal ini terjadi setelah adanya Surat Edaran (SE) Nomor B/200.1.3/13512/BKBP/2025 tentang Imbauan Perayaan Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (Tribuntangerang.com/Nurmahadi) 
Ringkasan Berita:
  • Pedagang kembang api di Pasar Cikupa mengeluhkan penurunan omzet drastis usai terbit Surat Edaran Bupati terkait imbauan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
  • Salah satu pedagang mengaku omzet harian turun hampir 100 persen, dari sekitar Rp1,7 juta pada tahun lalu menjadi sekitar Rp170 ribu, dipengaruhi larangan penjualan serta faktor cuaca hujan.
  • Pedagang lain di Pasar Gudang Tigaraksa juga mengalami penurunan omzet signifikan karena larangan penjualan petasan.

 

Laporan Reporter Tribuntangerang.com, Nurmahadi

TRIBUNTANGERANG.COM, CIKUPA- Sejumlah pedagang kembang api di Pasar Cikupa mengeluh usai omzetnya alami penurunan drastis. 

Hal ini terjadi setelah adanya Surat Edaran (SE) Nomor B/200.1.3/13512/BKBP/2025 tentang Imbauan Perayaan Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

Pedagang kembang api di Pasar Cikupa, Ardi Saputra mengaku omzetnya turun hampir 100 persen pada momen perayaan tahun baru 2026 ini. 

‎"Pada tahun baru 2025 penjualan sampai Rp1.700.000 perharinya, kalau tahun baru sekarang paling Rp170.000 per hari," ujarnya saat diwawancarai, Rabu (31/12/2025). 

Harga petasan yang dijual Ardi dimulai dari harga Rp3.000 sampai Rp150.000. Selain karena larangan Bupati, cuaca juga ikut mempengaruhi terjadinya penurunan pada penjualannya. 

‎"Hujan begini juga jarang ada yang beli petasan," ujarnya. 

Di samping itu pedagang petasan di Pasar Gudang Tigaraksa, Arie Irwandi mengaku dirinya juga mengalami penurunan omzet sebesar 200 persen. 

‎"Kalau dulu rata-rata Rp500.000 omzet yang didapat perharinya, sekarang palingan Rp25.000," katanya. 

‎Arie mengatakan penurunan omzet penjualannya dikarenakan adanya larangan Bupati soal penggunaan kembang api. 

‎"Yang bikin penjualan tinggi tuh mercon, karna mercon dilarang jadinya enggak saya jual, kemarin juga ada polisi ngecek dagangan saya," paparnya. (m41) 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved