Banjir di Kresek Tangerang Bawa Berkah, Ojek Gerobak Panen Cuan Ratusan Ribu Per Hari

Salah satunya adalah warga sekitar yang menjajakan jasa ojek gerobak untuk mengangkut motor yang tak bisa melintas banjir.

|
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com
BANJIR TANGERANG - Banjir yang merendam jalan penghubunh antara Desa Koper dan Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (5/1/2026) menjadi berkah bagi sebagian orang. 

Laporan Reporter Tribuntangerang.com, Nurmahadi

TRIBUNTANGERANG.COM, KRONJO - Banjir yang merendam jalan penghubunh antara Desa Koper dan Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (5/1/2026) menjadi berkah bagi sebagian orang.

Salah satunya adalah warga sekitar yang menjajakan jasa ojek gerobak untuk mengangkut motor yang tak bisa melintas banjir.

Pasalnya banjir yang merendam kawasan tersebut masih memiliki ketinggian 60 sentimeter, sehingga motor yang nekat melintad dipastikan mogok.

Seperti yang dilakukan Dede Masyudi dan teman-temannya. Dengan menggunakan gerobak buatan, dia tampak mengangkut motor bersama pengendaranya dengan jarak sekira 200 meter.

Meski demikian, Dede mengaku tak mengenakan tarif bagi warga yang hendak memakai jasa ojek gerobaknya.

Beberapa ada yang memberinya Rp10.000 ada pula yang memberi Rp25.000.

"Kalau saya enggak ngasih tarif si ya, seikhlasnya aja," ungkapnya saat diwawancarai di lokasi.

Dede menjelaskan banjir di Desa Pasir Ampo ini telah terjadi sejak tiga hari lalu. Dalam sehari dia bersama teman-temannya bisa mengangkut hingga 30 motor.

"Kalau banjir udah tiga hari ini, sehari 30 motor mah ada saya sama temen saya nyebrangin," katanya.

Dede bekerja bersama tiga rekannya. Ia yang menarik gerobak, sedangkan tiga rekannya mendorong dari belakang.

Meski pekerjaan musiman tiap banjir, pendapatan yang diraup Dede dan teman-temannya terbilang cukup menggiurkan.

Dalam sehari dia bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp200.000 sampai Rp500.000.

"Kalau pendapatan sehari paling Rp200.00 tergantung banyaknya warga yang mau pakai jasa ojek ini," ungkapnya. (m41) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved