11 Tahun Dihantui Banjir, Warga Pasir Ampo Desak Pemprov Banten Perbaiki Tanggul Sungai Cidurian
Warga Desa Pasir Ampo Tangerang mendesak Pemerintah Provinsi Banten, untuk segera memperbaiki tanggul Sungai Cidurian yang Jebol.
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
Ringkasan Berita:
- Tanggul Sungai Cidurian di Desa Pasir Ampo telah jebol sejak 2015 dan tak kunjung diperbaiki.
- Dampaknya kian meluas, sedikitnya 115 rumah warga terendam hingga setinggi satu meter, sementara 35 hektare sawah dipastikan gagal panen.
- Ada cerita warga yang harus mengungsi setiap banjir datang, meski sudah lebih dari satu dekade permintaan perbaikan disampaikan ke pemerintah.
Laporan Reporter Tribuntangerang.com, Nurmahadi
TRIBUNTANGERANG.COM, KRESEK - Warga Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, mendesak Pemerintah Provinsi Banten, untuk segera memperbaiki tanggul Sungai Cidurian yang jebol.
Tanggul yang berfungsi menahan luapan air Sungai Cidurian itu jebol sejak 2015 lalu.
Pantauan di lokasi, Rabu (7/1/2026), tedapat lima titik tanggul yang jebol di Desa Pasir Ampo, dengan total lebar 115 meter.
Tanggul itu hanya berjarak sekitar 2 meter dari tepi Sungai Cidurian. Jebolnya tanggul tersebut kerap menyebabkan banjir.
Selama 11 tahun, warga seakan pasrah dengan keadaan jika Sungai Cidurian meluap hingga menyebabkan banjir.
Baca juga: Warga Taman Mangu Indah 4 Kali Kebanjiran dalam Sepekan karena Tanggul Jebol, RT: Betapa Pedihnya
Kepala Dusun Desa Pasir Ampo, Sukemi mengaku tanggul itu tak pernah diperbaiki Pemrov Banten, meski warga telah menyampaikan permohonan berkali-kali.
"Saya minta kepada pemerintah agar segera perbaiki tanggul sungai Cidurian, karena ada 5 titik tanggul yang jebol dengan total lebar 115 meter," katanya saat diwawancarai.
Sukemi mengatakan, banjir yang terjadi baru-baru ini, merendam 115 rumah akibat tanggul yang jebol tersebut. Selain tanggul, sungai yang sudah dangkal juga kerap membuat air meluap lebih cepat.
"Ada 115 rumah warga yang rumahnya terendam dengan ketinggian air sekitar 60 cm sampai 100 cm," katanya.
Tak hanya rumah, tanggung yang jebol juga berakibat pada 35 hektare sawah juga ikut teredam dan dipastikan gagal panen
"Udah pasti gagal panen, orang terendam berhari-hari," ungkapnya.
Sementara itu seorang warga Edi Munadi mengaku terpaksa harus mengungsikan lima anggota keluarganya ke sebuah bedeng jika terjadi banjir.
"Saya, istri, 1 anak, dan 2 cucu harus ngungsi karena gaada tempat buat tidur," jelasnya. (m41)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Pemprov Banten Berlakukan Larangan Kembang Api Demi Keamanan Tahun Baru 2026 |
|
|---|
| Gubernur Andra Soni Larangan Kembang Api di Pergantian Tahun 2026 |
|
|---|
| Bencana Hidrometeorologi Mengintai Banten, Pemprov Siapkan Lumbung Logistik di 8 Kota/Kabupaten |
|
|---|
| Pemprov Banten dan Kejati Kolaborasi, Perkuat Pencegahan Hukum Percepatan Koperasi Merah Putih |
|
|---|
| Wagub Banten: Jabatan Harus Menjadi Sumber Manfaat bagi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/tanggul-Sungai-Cidurian-yang-jebol.jpg)