7 Tahun Tak Ada Solusi, Sampah yang Menumpuk di Balaraja Kerap Dikeluhkan Warga

Sampah yang kerap menggunung di pinggir Jalan Baru Sentiong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, dikeluhkan warga. 

Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com/Nurmahadi
TUMPUKAN SAMPAH - Sampah yang kerap menggunung di pinggir Jalan Baru Sentiong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, dikeluhkan warga. Pantauan Tribuntangerang.com di lokasi, Kamis (8/1/2026), sampah yang menumpuk sepanjang 50 meter itu didominasi limbah rumah tangga dan pasar. (Tribuntangerang.com/Nurmahadi)  

Ringkasan Berita:
  • Tumpukan sampah sepanjang puluhan meter di Jalan Baru Sentiong kembali dikeluhkan warga.
  • Masalah ini disebut sudah berlangsung hingga tujuh tahun tanpa solusi tuntas, meski warga telah memasang spanduk larangan.
  • DLHK Kabupaten Tangerang mengungkap kendala serius dalam penanganan sampah tersebut.

 

Laporan Reporter Tribuntangerang.com, Nurmahadi

TRIBUNTANGERANG.COM, BALARAJA - Sampah yang kerap menggunung di pinggir Jalan Baru Sentiong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, dikeluhkan warga. 

Pantauan Tribuntangerang.com di lokasi, Kamis (8/1/2026), sampah yang menumpuk sepanjang 50 meter itu didominasi limbah rumah tangga dan pasar. 

Terlihat tiga titik gundukan sampah yang menimbulkan bau menyengat hingga mengganggu warga sekitar dan pengendara yang melintas lantaran memakan sebagian badan jalan.

Warga sekitar, Trisna mengatakan tumpukan sampah itu telah menganggu aktivitas warga sekitar sejak 7 tahun lalu. 

Tak hanya memakan badan jalan dan mengeluarkan bau menyengat, sampah yang kerap tergenang air saat hujan melanda itu juga dapat membahayakan pengendara. 

"Sekitar 7 tahun udah ada dan ini sangat mengganggu perjalanan, takut ada kejadian kecelakaan karena sampahnya memakan sebagian badan jalan," katanya saat diwawancarai di lokasi. 

Baca juga: Buang Sampah Sembarangan di Tangsel Bisa Kena Sanksi Tipiring

Menurut Trisna, sampah di pinggir Jalan Baru Sentiong berasal dari warga luar Desa Tobat. Oknum masyarakat biasanya membuang sampah di lokasi tersebut pada malam hari. 

Trisna mengaku warga sekitar sudah sering memperingatkan oknum tersebut agar tidak membuang sampah pinggir Jalan Baru Sentiong, namun imbauannya kerap dihiraukan.

"Kami udah pasang spanduk agar tidak membuang sampah di situ, tapi spanduknya malah dibakar," ujarnya. 

Atas hal itu Trisna pun meminta ketegasan pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan yang mengganggu kenyamanan warga selama bertahun-tahun. 

Pasalnya pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) hanya dilakukan sekali dalam seminggu. 

"Kalau seminggu sekali, kapan mau bersihnya, tetap saja menumpuk, setiap hari sampah baru datang," keluhnya.

Di samping itu Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat mengaku alami keterbatasan kuantitas petugas dan armada untuk mengangkut sampah yang ada di Jalan Baru Sentiong. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved