Longsor di Cisoka Sudah Berlangsung 6 Tahun, Warga Minta Direlokasi

Longsor hingga kini masih terus terjadi di Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Aktivitas ini bahkan

Penulis: Nurmahadi | Editor: Joseph Wesly
Tribuntangerang.com/Nurmahadi
LONGSOR CISOKA- Longsor yang melanda Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, ternyata telah terjadi sejak 2019 lalu. Longsor ini juga mengakibatkan enam rumah alami kerusakan. Bahkan tiga di antaranya alami rusak berat. (Tribuntangerang.com/Nurmahadi) 

Ringkasan Berita:
  • Longsor di Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, telah terjadi bertahap sejak 2019 dan mengakibatkan enam rumah rusak, dengan tiga di antaranya mengalami kerusakan berat.
  • Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah keluarga, sementara lainnya masih bertahan karena tidak memiliki tempat pengungsian, meski rumah berada dekat bantaran Sungai Cidurian yang terus tergerus.
  • Warga terdampak berharap pemerintah segera menangani longsor dan merelokasi permukiman.

 

Laporan Reporter Tribuntangerang.com, Nurmahadi

TRIBUNTANGERANG.COM, CISOKA- Longsor hingga kini masih terus terjadi di Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Aktivitas ini bahkan sudah terjadi sejak 2019 lalu.

Akibatnya sebanyak enam rumah mengalami kerusakan. Bahkan tiga di antaranya rusak berat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Sabtu (10/1/2026), terdapat tiga rumah yang bagian dapurnya ambruk.

Enam rumah tersebut berdiri tak jauh dari bantaran Sungai Cidurian. Tanah yang menopang bangunan rumah juga terlihat sudah tergerus sebagian.

Tanah Longsor Sejak 2019

Menurut Ketua RT setempat, Sahadi, longsor ini terjadi secara bertahap sejak 2019 lalu.

Tanah pun akan berangsur turun ke area Sungai Cidurian, terlebih jika diterpa hujan lebat.

"Sebenarnya sudah dari tahun 2019 rasanya itu. Sudah terjadi, cuman yang dulu masih jauhan sebelah sana. Mungkin karena curah hujan terlalu deras gitu. Terus air juga pasang gede kemarin itu. Terjadi seperti ini," ungkap Sahadi.

Sahadi mengatakan beberapa warga telah mengungsi ke rumah keluarganya. Namun ada pula yang bertahan lantaran tak memiliki keluarga atau saudara yang bisa dijadikan tempat pengungsian.

"Yang dua rumah udah ngungsi itu ya. Cuman yang empat masih bertahan karena nggak ada lokasi buat pindah," ujarnya.

Di samping itu korban longsor, Romdanah menyebut lantai dapur hingga kamarnya sudah ambruk imbas longsor.

Kini dia terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya yang berada di kawasan Jayanti.

"Dapur udah habis, sekarang kamar ke depan. Ya udah, saya udah ngungsi, udah nggak ditempatin rumahnya. Udah 3 bulan ini saya udah ngungsi," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved