Demo Buruh

Hendak Ikut Demo Buruh di Gedung DPR, 5 Pemuda Putus Sekolah Diamankan Polisi saat Menumpang Truk

Ya dilaporkan bahwa ada sekelompok anak muda bukan pelajar karena sudah tidak sekolah lagi hendak mengikuti aksi buruh

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joseph Wesly
(TribunTangerang/Gilbert Sem Sandro)
CALON PENDEMO DIAMANKAN- Lima pemuda putus sekolah hendak ikut demo buruh di Gedung DPR namun diamankan di Jalan Daan Mogot KM. 19, Kebun Besar, Batuceper, Kota Tangerang, Banten, Kamis (28/8/2025). (TribunTangerang/Gilbert Sem Sandro) 

Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG- Sebanyak lima orang pemuda yang hendak mengikuti agenda unjuk rasa kelompok buruh di Kantor DPR MPR, Senayan, Jakarta berhasil dicegah perjalanannya saat melintas Kota Tangerang.

Berdasarkan pantauan TribunTangerang.com pada Kamis (28/8/2025) sekira pukul 10.54 WIB, sebuah truk berukuran kecil berwarna kuning dihentikan oleh pihak kepolisian saat melintas di Jalan Daan Mogot KM. 19, Kebun Besar, Batuceper, Kota Tangerang.

Dalam truk tersebut didapat lima orang pemuda menggunakan pakaian bebas dan sweater tengah bersembunyi menghindari pantauan pihak kepolisian.

Namun perjalanan mereka diketahui dan selanjutnya diminta untuk turun dari truk.

Kemudian lima pemuda itu dibawa ke pos pemantauan Polres Metro Tangerang Kota untuk dilakukan pemeriksaan awal dengan pengecekan barang bawaannya masing-masing.

Pasalnya sejumlah pemuda itu membawa tas yang kerap digunakan oleh anak sekolah berwarna hitam yang dicuragi membawa senjata tajam atau sajam.

Setelah dipastikan tidak membawa barang-barang terlarang, para pemuda itu kemudian dimasukan ke dalam mobil polisi untuk digiring menuju Mapolsek Batuceper.  

Kapolsek Batu Ceper, Kompol Gunawan mengatakan, lima pemuda yang telah putus sekolah itu hendak menuju Jakarta untuk berjalan-jalan bersama teman-temannya.

"Ya dilaporkan bahwa ada sekelompok anak muda bukan pelajar karena sudah tidak sekolah lagi hendak mengikuti aksi buruh di Jakarta hari ini," ujar Gunawan saat diwawancarai TribunTangerang.com.

"Mereka kami periksa secara terpisah, alasannya berbeda-beda ada yang mau bilang main ke Jakarta, ada yang bilang mau jalan-jalan, padahal ini bukan hari libur atau akhir pekan," sambungnya.

Adapun lima pelajar yang telah putus sekolah itu merupakan kelompok pemuda yang berasal dari kawasan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dengan menumpangi truk yang mengarah menuju Jakarta, mereka berangkat bersama-sama usai janjian melalui aplikasi percakapan singkat WhatsApp.

Nantinya pihak kepolisian akan memanggil para orang tua pemuda yang diamankan itu guna dilakukan bimbingan dan arahan terkait larangan mengikuti aksi buruh.

Pasalnya selain membahayakan keselamatan, kelompok yang tidak berkepentingan mengikuti aksi unjuk rasa kerap menjadi pemicu terjadinya tindakan anarkis yang mencoreng penyampaian aspirasi dari para buruh.

"Hasil pemeriksaan di lokasi tidak ditemukan barang-barang berbahaya pada mereka, namun tujuannya jelas memang hendak mengikuti aksi unjuk rasa," kata dia.

"Selanjutnya kami bawa ke Mapolsek Batuceper agar dilakukan pendalaman pemeriksaan lebih lanjut, sekaligus pendataan dan memanggil orang tua," sambungnya.

Gunawan pun mengimbau kepada masyarakat agar memperhatikan aktivitas putra-putri mereka selama penyelenggaraan unjuk rasa berlangsung dari berbagai kelompok.

"Kami mengimbau supaya anak-anak yang tidak ada kepentingan tidak melakukan aksi-aksi yang menjulur ke tindakan anarkis di aksi buruh hari ini di Jakarta," ucapnya.

"Mudah-mudahan aksi hari ini berjalan kondusif dan penyamapaian aspirasi para buruh juga berlangsung lancar hingga selesai nanti," jelasnya. (m28)

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved