Pemkot Tangerang Perluas Layanan HIV Jadi 54 Faskes, Berikut Daftarnya
Pemerintah Kota Tangerang memperluas layanan penanganan HIV/AIDS dari 42 menjadi 54 fasilitas kesehatan (faskes).
Ringkasan Berita:
- Pemkot Tangerang resmi menambah layanan penanganan HIV/AIDS dari 42 menjadi 54 faskes
- Penambahan 12 layanan baru ini menjadi langkah besar menuju target zero kasus baru, zero kematian, dan zero stigma pada 203.
- Skrining HIV diperluas hingga ibu hamil, calon pengantin, serta lokasi berisiko, guna menemukan kasus sejak dini.
TRIBUNTANGERANG.COM - Pemerintah Kota Tangerang memperluas layanan penanganan HIV/AIDS dari 42 menjadi 54 fasilitas kesehatan (faskes).
Langkah ini bertujuan mempermudah akses pemeriksaan hingga pengobatan bagi ODHIV sekaligus mempercepat target zero kasus baru, zero kematian, dan zero stigma pada 2030.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni menyampaikan jika 54 layanan kesehatan atau Fakses yang sudah membuka layanan HIV diantaranya Puskesmas yang ada di Kota Tangerang.
"Jadi 54 fasilitas kesehatan, yang meliputi 39 puskesmas dan RSUD Kota Tangerang," kata Dini Anggraeni dikutip laman resmi Pemkot Tangerang, Selasa (2/12/2025).
Tak hanya itu saja, beberapa rumah sakit swasta yang ada di Kota Tangerang juga sudah membuka layanan unttuk penanganan HIV/AIDS.
Baca juga: Empat Balita di Kabupaten Tangerang Terinfeksi HIV/AIDS, Terpapar Sejak Dalam Kandungan
Rumah sakit swasta ITU diantaranya seperti RS Annisa, RS Dinda, RS Hermina Tangerang, RS Hermina Ciledug, RS Karang Tengah Medika, RS Mulya, RS Tiara, RSUP Dr. Sitanala, RS EMC, RSUD Benda, RS Sari Asih Ciledug, RS Islam Sari Asih Arrahmah, hingga RS Daan Mogot Kesdam Jaya.
"Dengan adanya tambahan 12 layanan baru, akses kesehatan bagi ODHIV kini semakin mudah," katanya.
Nantinya bagi masyarakat yang memerlukan layanan HIV di faskes bisa melakukan konsultasi, pemeriksaan, hingga pengobatan HIV. \
"Ini adalah langkah penting menuju target zero kasus baru, zero kematian dan zero stigma pada 2030," jelasnya.
Ia menambahkan, perluasan layanan ini juga dibarengi dengan penguatan kompetensi tenaga kesehatan melalui capacity building dan brainstorming bersama narasumber serta komunitas WDI Suara.
"Kami ingin menemukan kasus sebanyak mungkin agar cepat ditangani dan rantai penularan bisa diputus. Skrining dilakukan mulai dari fasilitas kesehatan, ibu hamil, calon pengantin, hingga lokasi-lokasi berisiko seperti hotel dan tempat hiburan,” tutup dr. Dini.
(Tribuntangerang.com/tangerangkota.go.id)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Perluas Akses Air Bersih, Pemkot Tangerang Tambah 30 Ribu Sambungan Langganan |
|
|---|
| 576 Mahasiswa Terima Bantuan Beasiswa Rp 6 Juta dari Pemkot Tangerang Sepanjang 2025 |
|
|---|
| 6.206 Siswa SMK Kota Tangerang Lolos Bursa Kerja Khusus Profesional Sepanjang Tahun 2025 |
|
|---|
| Dinkes Tangsel Pastikan Rumah Sakit dan Puskesmas Tetap Buka Selama Natal dan Tahun Baru |
|
|---|
| Sektor Gudang dan Telekomunikasi Meroket, Realisasi Investasi di Kota Tangerang Tembus Rp 18 T |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Sebanyak-48-anak-yang-hidup-dengan-HIV-di-Jakarta.jpg)