Banjir Sumatra
Percepat Penanganan Bencana Banjir Sumatra, Kades Diizinkan Pakai Anggaran Dana Desa
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes) PDT mempercepat pemulihan wilayah terdampak
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- Pemulihan desa terdampak longsor dan banjir di Aceh, Sumut, Sumbar dipercepat meski banyak desa hilang dan pemerintah lumpuh
- Kepala desa diberikan fleksibilitas menggunakan Dana Desa untuk revitalisasi rumah dan pemukiman warga terdampak
- Bantuan langsung dikirim ke lokasi bencana untuk memulihkan pelayanan dasar dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pemulihan
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG- Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes) PDT mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana longsor dan banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Menteri Desa PDT Yandri Susanto mengatakan, banyaknya desa hilang secara fisik dan administratif akibat kehancuran infrastruktur dan pemerintahan yang lumpuh jadi tantangan terbesar pasca bencana.
"Yang menjadi pekerjaan rumah sekarang itu banyak desa yang hilang, pemerintahnya pun lumpuh, maka dari itu kami akan fokus ke sana saat ini," ujar Yandri Susanto di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (12/12/2025).
Menanggapi kondisi darurat tersebut, Yandri memberi keleluasaan kepada kepala desa di tiga provinsi terdampak mengalihgunakan Dana Desa demi menangani dampak bencana.
Penggunaan dana Desa diizinkan untuk revitalisasi penanganan rumah warga dan pemukiman warga yang hilang diterjang banjir.
"Boleh, kepala desa boleh menggunakan Dana Desa, kan dulu waktu covid digunakan, malah ke sana semua," ungkapnya.
Kebijakan fleksibel ini dimaksudkan untuk mempercepat respons di tingkat dasar lantaraan Dana Desa menjadi sumber pendanaan yang paling cepat dapat diakses oleh pemerintah desa untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
Selain mendorong pemanfaatan Dana Desa, Yandri Susanto menyebut tengah fokus denhan upaya pengiriman bantuan langsung ke lokasi bencana untuk memulihkan fungsi pelayanan dasar yang terputus di tingkat desa.
"Dengan bantuan dari sana sini, Insyaallah memastikan semua pelayanan akan kembali normal, kami di Kementerian Desa terus memerlukan donasi," paparnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjadi stimulus awal bagi masyarakat desa untuk membangun kembali kehidupan dan ekonomi dengan tetap mengedepankan prinsip gotong royong dan partisipasi warga dalam proses pemulihan.
"Insya Allah semua desa akan kami kepung dengan bantuan dari sana sini demi memastikan semua pelayanan akan kembali normal," kata dia. (m28)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Minta Maaf Soal Penanganan Bencana di Sumatra, Gibran: Saya Pastikan Pemerintah Berupaya Maksimal |
|
|---|
| Detik-Detik Rakit Wagub Aceh Terbalik, 8 Penumpang Nyaris Hanyut |
|
|---|
| Tersangka Pembalakan Liar di Tapsel Sudah Ditemukan, Kapolri: Kita Naikan ke Penyidikan |
|
|---|
| 11 Nama yang Disebut Bupati Tapsel Sebagai Bos Penebangan Pohon: Izinnya Pun Kami Tak Dilibatkan |
|
|---|
| Karyawan Garuda Salurkan 7 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap Dua ke Aceh dan Sumatera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Yandri-Susanto7.jpg)