Dua UMKM Asal Banten Sukses Olah Madu dan Cokelat Lokal Jadi Produk Mendunia
PT Beema Boga Arta dan PT Anugerah Cokelat Indonesia raih UKM Pangan Award 2025 berkat inovasi madu dan cokelat lokal yang menembus pasar global.
Ringkasan Berita:
- Dua UMKM asal Banten, PT Beema Boga Arta dan PT Anugerah Cokelat Indonesia, memenangkan UKM Pangan Award 2025 kategori Produk Minuman Kemasan di ajang TEI 2025.
- Beema Boga Arta unggul lewat Beema Honey berbahan madu bawang hitam yang telah menembus pasar Singapura, Malaysia, dan Jepang.
- Cokelatin produksi PT Anugerah Cokelat Indonesia mengangkat cokelat lokal Java Criollo dan telah diekspor ke AS, Taiwan, Hong Kong, dan Arab Saudi.
TRIBUNTANGERANG.COM - Dunia sudah mengetahui akan kekayaan alam Indonesia yang begitu luar biasa. Meski begitu, melahirkan kreasi dari olahan kekayaan alam menjadi produk bernilai tambah menjadi tantangan tersendiri.
Namun hal tersebut dipatahkan oleh dua UMKM lokal yang berhasil mengolah madu dan cokelat sebagai produk berkualitas dan berpotensi mendunia berhasil dibuktikan oleh dua pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dari Banten. Keduanya adalah PT Beema Boga Arta dan PT Anugerah Coklat Indonesia.
Lewat inovasinya itu, mereka menyabet penghargaan UKM Pangan Award 2025 untuk Kategori Produk Minuman Kemasan. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyerahkan penghargaan pada pembukaan Pangan Nusa Expo 2025 di Hall 9, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 15—18 Oktober 2025. Pangan Nusa Expo Indonesia 2025 berlangsung di tengah pameran dagang internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2025.
Kombinasi Madu dan Bawang Hitam PT Beema Boga Arta menang dengan produk madu murni proses yang menambahkan bawang hitam, atau Black Garlic Honey, bermerek Beema Honey.
Pendiri sekaligus CEO PT Beema Boga Arta, Fransisca Natalia Widowati, membeberkan manfaat produknya untuk membantu menurunkan kolesterol dan melancarkan peredaran darah. Jika dipadukan dengan makanan, madu bawang hitam bisa menjadi olesan hidangan panggang (barbeque), bahan saus salad, hingga dikombinasikan dengan berbagai makanan olahan seperti keju atau olesan pai (pate).
Black Garlic Honey juga sudah mempunyai berbagai izin dan sertifikasi, di antaranya sertifikasi halal, Nomor Kontrol Veteriner (NKV), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).
Berbagai sertifikasi ini turut mendukung Black Garlic Honey, yang diproduksi dari petani lokal, untuk diantarkan ke pasar luar negeri. Black Garlic Honey telah merambah Singapura, Malaysia, dan Jepang. Ia berharap, menjadi pemenang UKM Pangan Award dapat mengantar produknya merambah lebih banyak sektor.
“Semoga dengan menjadi pemenang UKM Pangan Award, pasar untuk kami bisa lebih terbuka lagi. Tidak hanya melalui ritel modern, tetapi juga saluran lainnya seperti manufaktur, pelayanan (hospitality), juga kesehatan,” kata Founder sekaligus CEO PT Beema Boga Arta, Fransisca Natalia Widowati.
Baca juga: Wamendag Roro Saksikan 139 Teken MoU Ekspor Bernilai USD 7,22 Miliar di TEI 2025
Cokelat lokal berkualitas tinggi selanjutnya datang dari PT Anugerah Cokelat Indonesia mengusung produk Cokelatin Signature Dark Choco dengan merek Cokelatin.
Marketing Cokelatin Signature, Belinda Zulaikha Saputri, yang juga anak dari pemilik Cokelatin, menyatakan, meskipun cokelat melimpah di Indonesia, belum ada sebutan mendunia dari “Cokelat Indonesia”. Padahal, Indonesia memiliki sumber cokelat berkualitas tinggi dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.
Hal inilah yang memotivasi PT Anugerah Cokelat Indonesia memproduksi cokelat lewat Cokelatin. Belinda juga mengungkapkan, dengan menjadi pemenang UKM Pangan Award, ia difasilitasi stan gratis di Pangan Nusa Expo 2025. Dilaksanakan berbarengan dengan pameran dagang TEI 2025 membuat banyak buyer asing datang berkunjung ke stannya.
“Sebagai pemenang, kami senang mendapatkan stan gratis ini. Banyak buyer dari luar negeri datang ke stan kami. Kami harap bisa (jadi momentum) memperluas pasar ekspor,” ujar Belinda.
Cokelatin memanfaatkan cokelat Java Criollo yang hanya ada 5 persen di dunia. Dalam memproduksi cokelatnya, Cokelatin memberdayakan petani kakao lokal. Dengan membawa produk asli dari Indonesia, Cokelatin berhasil diantar ke Amerika Serikat (AS), Taiwan, Hong Kong, dan Arab Saudi.
Perjalanan PT Beema Boga Arta dan PT Anugerah Cokelat Indonesia menunjukkan bahwa kekayaan alam Indonesia bukan cerita rakyat. Ketika diberi nilai tambah, bahan baku lokal mampu menjadi produk premium berdaya saing global.
Baca juga: Hadir Perdana di TEI 2025, Paviliun UMKM BISA Ekspor Pamerkan Inovasi dan Kearifan Lokal
| Wamendagri Wiyagus Minta Stadion Dikelola Profesional untuk Dorong Industri Olahraga dan UMKM |
|
|---|
| Shopee Secara Global Rayakan 10 Tahun, Bisnis Lokal Catat Penjualan Lebih dari 270 Miliar USD |
|
|---|
| Kisah Ridzky dan Neduh Kopi, Selamat dari Hantaman Pandemi Covid-19 Berkat Taktik Jemput Bola |
|
|---|
| Pertamina UMK Academy Dorong UMKM Naik Kelas hingga Internasional |
|
|---|
| Benda Fair 2025 Sukses Digelar, Sachrudin Sebut UMKM Kota Tangerang Naik Kelas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/produk-PT-Beema-Boga-Arta.jpg)