Tak Tega Akui Gagal, KN Terbang Berseragam Pramugari Batik Air Demi Orangtuanya

Demi menutupi kegagalannya lolos seleksi pramugari, perempuan 23 tahun itu terbang dari Palembang ke Jakarta dengan mengenakan seragam Batik Air.

Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com/tangakapan layar/x.com/ndymanoballl
PRAMUGARI VIRAL - Seorang penumpang yang viral di media sosial berseragam pramugari Batik Air akhirnya diperiksa polisi atas perbuatannya. (tangakapan layar/x.com/ndymanoballl) 

TRIBUNTANGERANG.COM - Tekanan untuk memenuhi harapan orangtua membuat seorang perempuan berinisial KN nekat mengambil keputusan yang tak mudah.

Demi menutupi kegagalannya lolos seleksi pramugari, perempuan 23 tahun itu terbang dari Palembang ke Jakarta dengan mengenakan seragam Batik Air.

Sayangnya aksi penyamaran yang ia lakukan akhirnya terungkap di dalam kabin pesawat, setelah banyak crew yang mencurigai.

Kecurigaan pertama muncul dari kru kabin Batik Air yang sedang bertugas di penerbangan rute Palembang-Jakarta ID 70-508.

Ketika melakukan inflight service, staf melihat seorang “pramugari” duduk di bangku penumpang dengan seragam yang terlihat janggal.

"Kru kami mengenali adanya kejanggalan saat fase inflight service, kemudian melakukan pengamatan dan konfirmasi sesuai kewenangan," kata Danang.

Bahkan kecurigaan itu semakin jadi saat melihat bagian rok yang digunakan KN berbeda motif dengan pramugari lainnya. 

Meskipun begitu, para kru kabin tidak melakukan kegaduhan apapun. Mereka lebih memilih diam agar penerbangan bisa aman.

Namun, setelah pesawat mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, petugas Avsec menindaklanjuti laporan tersebut dan memeriksa KN.

Bohong Demi Orangtua

Saat ditanya, ia tidak dapat menunjukkan identitas sebagai staf maskapai Batik Air.

Petugas kemudian membawa KN ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di sana, ia mengaku tidak bekerja sebagai pramugari dan sebenarnya hanya sedang mencari pekerjaan di Jakarta. 

"Sebenarnya dia masih cari kerja. Mengaku sudah bekerja itu karena malu sama keluarga," kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono

Kepada Yandri, KN juga mengakui bahwa ia berencana berganti pakaian di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

Namun, waktu boarding terlalu mepet saat dirinya tiba di bandara tersebut. Oleh karena itu, ia terpaksa melakukan penerbangan dari Palembang ke Jakarta dengan pakaian tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved