Senin, 8 Juni 2026

Berita Nasional

Detik-detik Militer AS Meledakkan Kapal Kecil yang Melintas di Samudra Pasifik

Militer Amerika Serikat (AS) telah meledakkan sebuah kapal yang melintas di laut Pasifik Timur pada Sabtu (11/4/2026) waktu setempat. 

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Tribuntangerang.com
AS MELEDAKAN KAPAL-Militer Amerika Serikat (AS) telah meledakkan sebuah kapal yang melintas di laut Pasifik Timur pada Sabtu (11/4/2026) waktu setempat.  

TRIBUNTANGERANG-Militer Amerika Serikat (AS) telah meledakkan sebuah kapal yang melintas di laut Pasifik Timur pada Sabtu (11/4/2026) waktu setempat. 

Serangan militer AS tersebut menewaskan lima awak kapal

Dari video detik-detik serangan militer AS ke kapal di Laut Pasifik Timur itu terlihat kapal kecil itu melintas di Samudra Pasifik yang diduga masuk ke kawasan teritorial AS. 

Kapal itu kemudian ditarget dan diledakan hingga terbakar oleh militer AS.

Dimuat The Hill, militer AS telah mengkonfirmasi serangan ke sebuah kapal kecil tersebut.

AS menyebut serangan menewaskan lima orang.

Alasan militer AS meledakan kapal itu karena kapal tersebut diduga merupakan kapal yang terlibat dalam perdagangan narkoba.

"intelijen mengkonfirmasi bahwa kapal-kapal tersebut melintas di sepanjang rute perdagangan narkoba yang dikenal di wilayah tersebut,”

Serangan dilakukan Sabtu (11/4/2026) atas arahan komandan #SOUTHCOM Jenderal Francis L. Donovan.

Baca juga: Iran Tetapkan Syarat Ketat di Selat Hormuz: Kapal Boleh Lewat, Kecuali ‘Musuh’

Satuan Tugas Gabungan Southern Spear melakukan dua serangan kinetik mematikan terhadap dua kapal yang mereka sebut dikendalikan oleh organisasi teroris.

Akibat serangan dua terduga teroris narkoba laki-laki tewas, dan satu teroris terduga narkoba selamat dari serangan pertama. 

Kemudian tiga terduga teroris narkoba laki-laki tewas selama serangan kedua.

Unggahan tersebut menampilkan video yang tampaknya merupakan serangan udara, dengan perahu-perahu terlihat berlayar di atas air sebelum ledakan terjadi beberapa detik kemudian.

Militer AS telah melakukan puluhan serangan dan menewaskan lebih dari 150 "teroris narkoba" di Karibia dan Pasifik Timur sejak akhir musim panas lalu. 

Menurut pemerintahan Trump, serangan terhadap kapal-kapal tersebut telah membantu menghentikan aliran narkoba ilegal. 

Namun, beberapa ahli hukum perang mengatakan bahwa serangan mematikan tersebut melanggar hukum internasional.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved