Aktivis Pengamat Pemilu dan Demokrasi Indonesia Titi Anggraini menilai, pemilih hanya disajikan berdasarkan apa saja yang bisa diakses.
Peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu menjelaskan, ada tiga tokoh yang memiliki elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden.
Pengamat sosial politik Shohibul Anshor Siregar mengatakan, perdebatan mengenai Jawa dan non-Jawa merupakan hal yang tidak bisa dihindari.
Keberadaan kepala daerah akan turut menentukan jalannya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di daerah.
Politik identitas dalam pemilu dinilai tidak begitu berpengaruh bagi kalangan milenial, baik pada pilpres, pileg, maupun pilkada.
Guru Besar UIN Alauddin Makassar M Qashim Mathar mengatakan bahwa tokoh yang bukan keturunan Jawa mustahil menjadi pemimpin Indonesia.