Berita Seleb

Debut di Sinetron, Adhisty Zara Ngaku Grogi tapi Nikmati Tantangan Baru

Adhisty Zara menerima tawaran sinetron 'Beri Cinta Waktu' yang berperan sebagai Adila yang berprofesi sebagai sekretaris.

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Joko Supriyanto
Tribun Tangerang/Arie Puji Waluyo
Bintang film, Adhisty Zara membantah kerap cinlok dengan lawan mainnya dalam proyek film. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Bintang film Adhisty Zara mencoba hal baru dalam kariernya di dunia akting, yakni mencoba terjun ke sinetron stripping untuk pertama kalinya.

Guna mengawali debutnya di sinetron, Adhisty Zara menerima tawaran sinetron 'Beri Cinta Waktu' yang berperan sebagai Adila yang berprofesi sebagai sekretaris.

"Adila ini tulang punggung keluarga dan anak baik-baik. Ceritanya seru banget dan aku penasaran juga buat main sinetron," kata Adhisty Zara dalam wawancara virtual, Selasa (21/10/2025).

Zara menambahkan kalau Adila adalah anak yang lurus dan tidak pernah neko-neko dalam hidupnya, yang dipikirkan hanyalah bekerja mencari nafkah buat keluarganya.

"Cuma dia juga anak yang sebenarnya sudah cukup dewasa dan mau serius (soal asmara)," ucap wanita berusia 22 tahun itu.

Zara mengakui cukup berbeda dengan Adila yang alus dan lembut. Ia mengaku wanita yang begitu tegas.

"Sifat apanya ya yang sama tanggungjawab dan ambisius. Aku kalau ada target gimana caranya harus dapet target itu," ungkapnya.

Mantan member JKT48 ini pun menjadi lawan main Rayn Wijaya dan Yesaya Abraham. Zara mengaku baru pertama kali untuk bekerjasama.

"Bangun chemistry sama mereka engga susah ya, karena kami bukan orang introvert. Jadi ya lewat ngobrol aja udah kebangun dengan sendirinya chemistry itu," jelasnya.

Akan tetapi, Adhisty Zara masih sempat canggung saat melakoni adegan mesra dengan Ryan Wijaya atau Yesaya. Hal itu dikarenakan belum mengenal dekat dengan mereka.

"Karena syuting ramai ya lama lama terbiasa gitu. Jadi udah gak begitu grogi, ya grogi di beberapa momen," ujar Adhisty Zara.

Sinetron 'Beri Cinta Waktu' mengangkat Kisah hidup Adila, yang berubah drastis dalam satu malam ketika adik kesayangannya, Kamal meninggal dunia dalam kecelakaan tragis.

Sejak kejadian itu, Adila terjebak dalam perasaan bersalah yang mendalam dan harus merasakan kehilangan, luka batin, dan beban keluarga yang terus membelit. 

Kecelakaan tersebut melibatkan Trian, teman sekelas Adila yang selama ini menyimpan perasaan padanya. Trian selalu mendapat penolakan dari Adila. (Ari).

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved