Persita Tangerang

Carlos Pena Soroti Penyelesaian Akhir Persita Mandul Usai Tumbang 1-0 dari Dewa United

Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, menyoroti buruknya penyelesaian akhir para pemainnya setelah Pendekar Cisadane takluk 0-1 dari Dewa United

Editor: Joko Supriyanto
istimewa
PELATIH PERSITA - Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, menyoroti buruknya penyelesaian akhir para pemainnya setelah Pendekar Cisadane takluk 0-1 dari Dewa United pada pekan ke-14 BRI Super League 2025/26. 
Ringkasan Berita:
  • Carlos Pena menyoroti buruknya penyelesaian akhir Persita setelah timnya kalah 0-1 dari Dewa United.
  • Dari 21 percobaan tembakan, hanya tiga yang tepat sasaran, mempertegas masalah klasik Persita musim ini.
  • Ritme permainan Persita kerap terganggu oleh banyaknya jeda pertandingan.

 

TRIBUNTANGERANG.COM - Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, menyoroti buruknya penyelesaian akhir para pemainnya setelah Pendekar Cisadane takluk 0-1 dari Dewa United pada pekan ke-14 BRI Super League 2025/26.

Meski menciptakan banyak peluang dan menguasai permainan di babak pertama, Persita gagal memaksimalkan 21 percobaan tendangan yang hanya menghasilkan tiga tembakan tepat sasaran.

"Tentu kami kecewa dengan kekalahan ini, kami terus mencoba dan di babak pertama saya pikir kami lebih baik daripada mereka,” ujar Pena dalam sesi jumpa persnya usai pertandingan.

Kekalahan ini membuat Persita kembali menghadapi masalah klasik yang belum terpecahkan sejak awal musim, yaitu ketidakmampuan mengonversi peluang menjadi gol.

Dari total 21 percobaan tembakan, hanya tiga yang mengarah tepat ke gawang, menunjukkan betapa kurang efektifnya lini serang Persita.

Selain faktor finishing, Carlos Pena juga menyoroti dinamika pertandingan yang banyak terhenti akibat pemain tuan rumah yang kerap jatuh dan membutuhkan perawatan.

Baca juga: Persita Tangerang Makin Garang, Cukur PSIM Yogyakarta yang Diasuh Kandidat Pelatih Timnas 4-0

Situasi itu dinilai mengganggu ritme bermain Pendekar Cisadane yang sedang mencoba membangun momentum.

"Kami juga memiliki banyak tendangan sudut, dan kami tak bisa mendapatkan keuntungan dari itu. Tapi kami tidak bisa memanfaatkan hal itu dan di akhir babak pertama penalti itu datang.

“Wasit melihatnya dengan jelas ketika bola itu mengenai tangan (Mario Jardel), dia langsung meniup peluitnya dan tidak memeriksa VAR. Dia sangat yakin bahwa itu adalah penalti, saya tidak memiliki opini yang berbeda," katanya.

Pelatih asal Spanyol itu juga mengeluhkan banyaknya kejadian yang membuat permainan terhenti dan menurunkan tempo pertandingan.

“Dan di babak kedua, kami mencoba terus tapi itu sangat sulit. Pertandingan berjalan 10 menit atau 20 menit dan terhenti karena pemain jatuh di lapangan,” lanjut Pena.

Coach Pena juga sempat memasukkan sejumlah pemain depan untuk menambah ketajaman di lini serang, namun hal itu belum berjalan dengan maksimal dan gagal berbuah gol bagi Persita.

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved