Banjir Sumatra
Perantau Aceh di Tangsel Galang Bantuan untuk Korban Banjir di Provinsi Aceh
Solidaritas mengalir dari para perantau Aceh di luar daerah menyusul musibah yang menimpa kampung halaman mereka
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- Perantau Aceh di Tangerang Selatan bergerak cepat menggalang bantuan untuk kampung halaman mereka, mengumpulkan pakaian, perlengkapan anak, hingga membuka akses pertolongan bagi sesama perantau.
- El Adi, perantau Aceh di Pamulang, mengungkapkan kesedihannya memikirkan anak-anak yang terdampak bencana dan mengajak warga Aceh di perantauan.
- Komunitas Aceh turut mengoordinasikan distribusi bantuan ke daerah terdampak dan berharap keselamatan warga, terutama anak-anak.
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, PAMULANG- Solidaritas mengalir dari para perantau Aceh di luar daerah menyusul musibah yang menimpa kampung halaman mereka.
Melalui jejaring komunitas, bantuan mulai digalang dalam waktu singkat, mulai dari pakaian, kebutuhan anak, hingga membuka akses pertolongan bagi sesama perantau yang turut kesulitan.
El Adi, salah satu perantau Aceh yang tinggal di Kota Tangerang Selatan mengaku hatinya teriris tiap kali memikirkan kondisi anak-anak yang terjebak tanpa makanan dan air bersih di tengah bencana.
Meski jauh, ia memilih untuk tidak tinggal diam.
"Yang paling sedih itu anak-anak… kita saja satu hari nggak makan sudah susah, apalagi mereka nyangkut di pohon, pertahan rumah malam,” ujar El Adi kepada TribunTangerang.com di warungnya, Pamulang, Tangsel, Sabtu (6/12/2025).
Dari lokasi perantauannya, Adi bersama komunitas Aceh lainnya menyiapkan pos bantuan. Mereka mengumpulkan pakaian layak pakai, perlengkapan anak, serta membuka pintu bagi para perantau Aceh yang juga terdampak dan membutuhkan dukungan.
“Silakan datang ke warung-warung Aceh atau pengusaha-pengusaha Aceh… insya Allah kita siap bantu,” ujar Adi.
Selain menggalang donasi, komunitas Aceh juga mengoordinasikan distribusi bantuan agar dapat segera disalurkan ke kampung halaman.
Menurut Adi, apa yang mereka lakukan hanyalah bentuk kepedulian bagi keluarga dan warga yang sedang berjuang bertahan.
Di tengah kesulitan yang masih berlangsung, harapan terbesar para perantau tetap sederhana, keselamatan keluarga dan terpenuhinya kebutuhan dasar warga.
Mereka juga berharap upaya pemerintah dalam memulihkan daerah terdampak semakin kuat, sehingga bantuan dari rantau dapat menjadi pelengkap yang meringankan beban masyarakat.
“Ini hanya doa… pemerintah sudah berusaha, kita juga berusaha. Tapi anak-anak itu yang paling kita harapkan selamat,” tutup Adi. (m30)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Minta Maaf Soal Penanganan Bencana di Sumatra, Gibran: Saya Pastikan Pemerintah Berupaya Maksimal |
|
|---|
| Detik-Detik Rakit Wagub Aceh Terbalik, 8 Penumpang Nyaris Hanyut |
|
|---|
| Percepat Penanganan Bencana Banjir Sumatra, Kades Diizinkan Pakai Anggaran Dana Desa |
|
|---|
| Tersangka Pembalakan Liar di Tapsel Sudah Ditemukan, Kapolri: Kita Naikan ke Penyidikan |
|
|---|
| 11 Nama yang Disebut Bupati Tapsel Sebagai Bos Penebangan Pohon: Izinnya Pun Kami Tak Dilibatkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/El-Adi.jpg)