Bullying di SMPN 19 Tangsel

Penyelidikan Dugaan Perundungan di SMPN 19 Tangsel Berlanjut, Polisi Libatkan Ahli

Polres Tangerang Selatan masih memperdalam penyelidikan terkait dugaan perundungan yang menimpa siswa SMPN Tangsel, Muhammad Hisyam

Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joseph Wesly
TribunTangerang/Ikhwana Mutuah Mico
PENYELIDIKAN JALAN TERUS- Pilar Saga Ichsan usai pemakaman siswa SMPN 19 Tangsel, Muhammad Hisyam yang diduga menjadi korban Bullying. Polres Tangerang Selatan masih memperdalam penyelidikan terkait dugaan perundungan yang menimpa siswa SMPN Tangsel, Muhammad Hisyam yang meninggal dunia, Minggu (16/11/2025).  (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico). 

Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico

TRIBUNTANGERANG.COM, SERPONG- Polres Tangerang Selatan masih memperdalam penyelidikan terkait dugaan perundungan yang menimpa siswa SMPN Tangsel, Muhammad Hisyam yang meninggal dunia, Minggu (16/11/2025). 

Polisi masih melakukan analisis objektif dengan menggandeng berbagai ahli.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan, menjelaskan pihaknya menilai keterlibatan para pakar menjadi kunci untuk memastikan penyebab kematian berdasarkan data medis.

“Kita sedang memeriksa para ahli, ahlinya ahli pidana yang kita ambil dari universitas, abis itu dari kementerian PPA, dan juga dengan ahli forensik,” ujar Wira saat dihubungi, Selasa (9/12/2025).

Ia menegaskan seluruh analisis akan berangkat dari dokumen medis korban. Karena itu, dokter yang kompeten dalam membaca dan menyimpulkan rekam medis juga dikerahkan.

“Inikan basicnya kita hanya berdasarkan dari rekam medis nih. Kemarin saya minta PPA buat cari ahli dokter yang bisa membaca rekam medis dan menyimpulkan itu,” kata Wira.

Sejalan dengan pemeriksaan ilmiah tersebut, penyidik tetap memeriksa keluarga mendiang siswa berumur 13 tahun itu sebagai bagian dari pendalaman kronologi dan kondisi korban sebelum meninggal.

“Yang kita lakukan adalah tetap pemeriksaan terhadap keluarga korban,” pungkasnya.

Sebagai informasi, peristiwa dugaan perundungan itu terjadi pada 20 Oktober 2025, ketika kepala Muhammad Hisyam diduga dihantam kursi besi oleh teman sekelasnya. 

Ia mengalami luka berat dan sempat dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Tangerang Selatan sebelum dipindahkan ke RS Fatmawati pada 9 November 2025.

Kondisi Hisyam kemudian memburuk hingga ia masuk ICU dengan intubasi sejak 11 November 2025. Setelah berjuang selama beberapa minggu, ia meninggal dunia pada Minggu pagi. (m30)

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved