Penampakan Sepi Pasar Ciputat, Puluhan Kios Kosong hingga Pedagang Mengeluh
Pasar Ciputat, salah satu pusat perdagangan tradisional di Kota Tangerang Selatan, telah direvitalisasi oleh pemerintah kota justru kini sepi.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Joko Supriyanto
Ringkasan Berita:
- Pasar Ciputat yang telah direvitalisasi justru tampak lengang, dengan ratusan los dan kios tidak terisi meski bangunan sudah berdiri megah tiga lantai.
- Pedagang mengeluhkan kondisi pasar yang membuat pembeli sulit mengetahui lokasi pasar dan menyebabkan omzet menurun drastis.
- Banyak pedagang menyerah karena sepi, sementara pedagang lama berharap pemerintah memperbaiki desain agar pasar kembali terlihat dan mudah diakses.
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Pasar Ciputat, salah satu pusat perdagangan tradisional di Kota Tangerang Selatan, telah direvitalisasi oleh pemerintah kota. Namun, ratusan los yang seharusnya menampung pedagang justru tampak kosong.
TribunTangerang.com menyambangi gedung Pasar Ciputat yang telah direvitalisasi.
Saat memasuki gedung, terlihat di lantai pertama beberapa los telah terisi oleh pedagang. Namun, jumlahnya belum banyak, dan aktivitas jual beli pun tampak sepi.
Ketika naik ke lantai dua, suasana semakin lengang. Gedung bernuansa putih dan abu-abu pada bagian atap itu terlihat hampir tanpa aktivitas.
Ratusan los yang sudah disediakan justru kosong, tak ada satu pun penjual.
Bukan hanya los, kios-kios juga terlihat tutup. Tak ada penjual maupun barang-barang dagangan di dalamnya. Kios tertutup rapat tanpa aktivitas apa pun, hanya satu warung makan yang masih beroperasi di area pojok.
Jika melihat plang hijau yang terpasang, terdapat keterangan mengenai bagian-bagian yang seharusnya terisi, seperti apotek, emas, buku, makanan kering, sembako, peralatan dapur, dan kelontong.
Tukiem (65) pedagang sayur yang telah berjualan sejak 1992 menceritakan perubahan di Pasar Ciputat justru membawa kesunyian baru.
“Sekarang kondisinya agak kurang, nggak ada orang peduli,” keluhnya sambil merapikan sayuran dagangan, Ciputat, Tangsel, Selasa (9/12/2025).
Baca juga: Sudah 2 Tahun Bau dan Belatung Ganggu Tokonya di Pasar Ciputat, Sulistyowati: Pelanggan Kabur
Pasar yang kini berdiri megah dengan tiga lantai rupanya menyisakan persoalan. Lapak-lapak tampak rapi, namun kekurangan yang paling dirasakan Tukiem adalah lokasi pasar yang tak terlihat dari jalan utama.
"Ketutup ruko. Orang lewat nggak ngerti kalau di sini ada pasar,” ujar Tukiem.
Akibatnya, pembeli yang biasanya datang dari berbagai arah tak lagi menemukan jalur menuju dalam.
| Manfaatkan Momen, PNS di Tangsel Pilih Jadi Pedagang Jagung Dadakan di Akhir Tahun |
|
|---|
| Pedagang hingga Pembeli Kompak Mengeluh Harga Cabai Meroket di Tangsel |
|
|---|
| Cabai Naik Lebih 100 Persen, Pedagang Pasar Ciputat Ngeluh |
|
|---|
| Kewajiban Parkir Berbayar Diduga Sebabkan Sepinya Pasar Serpong Tangsel |
|
|---|
| Tarif Kereta Petani dan Pedagang Lintas Rangkasbitung-Merak Mulai 1 Desember 2025, Simak Aturannya! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/PASAR-CIPUTAT-PASAR-CIPUTAT.jpg)